TRUNOJOYO-KP-27649-200321100094-DESI NAVILA SARI#200321100094#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas
hortikultura yang banyak dikembangkan oleh masyarakat dan berperan penting
terhadap perekonomian nasional dan menjadi komoditas prioritas karena
kebutuhan bawang merah yang terus meningkat dari tahun ke tahun (Malik,
2019). Pada tahun 2015 Indonesia masih mengimpor bawang merah karena
tingginya permintaan dan rendahnya produksi. Namun, pada tahun 2016
pemerintah Indonesia melalui Kementan telah mengurangi impor bawang merah.
Seiring dengan kerja keras petani dan pemerintah, sejak tahun 2017 Indonesia
telah melakukan swasembada bawang merah dan menjadi negara pengekspor
ke beberapa negara tetangga (Nurhayati et al., 2022).
Menurut Nurwahyudi et al., (2020) nilai Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa sektor pertanian adalah
sektor penyokong dalam ekonomi terbesar dengan sektor lainnya. Dalam 5 tahun
terakhir peningkatan PDRB mengalami peningkatan dengan harga rata-rata yang
bertambah sekitar Rp. 3,31 triliun, sedangkan harga konstan rata-rata sekitar Rp.
1,59 triliun, dengan adanya kenaikan ini nilai PDRB Sumenep berubah ke urutan
13 yang sebelumnya urutan 20 dari 38 kabupaten se Jawa Timur. Pemerintah
memiliki program pada kawasan agropolitan di Kabupaten Sumenep pada
perencanaan tahun 2016 2021 adalah program produksi, peningkatan kualitas
bahan baku, penyediaan pada sarana dan prasarana pertanian, serta pembinaan
usaha hasil pertanian (Zainatul Laili, 2022). Kabupaten Sumenep menjadi sentra
produksi bawang merah yang berada pada urutan ke-8 di Provinsi Jawa Timur,
dengan luas lahan 1.126 ha yang dapat menghasilkan produksi sebesar 75.020
ton pada tahun 2019 (BPS Jawa Timur, 2020). Pengembangan bawang merah
pada wilayah agropolitan di Kabupaten Sumenep berperan penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat, karena masyarakat Sumenep masih banyak
menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Bawang merah Sumenep adalah bawang merah yang aromatik varietas
unggul nasional yang mempunyai nama dengan varietas Rubaru. Bawang merah
menjadi komoditas yang sangat penting untuk dibudidayakan karena tingginya
kebutuhan konsumsi rumah tangga (Luta et al., 2020). Dengan hal tersebut
tentunya produksi dan produktivitas bawang merah yang ada harus selaras
dengan menggunakan teknologi perbaikan pada budidaya bawang merah.
Pengolahan hasil pertanian bawang merah merupakan kegiatan yang
dapat mengubah bawang merah menjadi suatu produk mulai dari bentuk dan
rasa serta dapat memperpanjang daya simpan. Oleh karena itu, diharapkan hasil
dari pengolahan bawang merah tersebut dapat meningkatkan nilai jual
(Handayani et al., 2020). Kecamatan Rubaru sendiri sudah memiliki perusahaan
yang dapat mengelola hasil pertanian bawang merah yaitu PT Permata Indah
Rubaru atau disebut dengan PT PIR yang bergerak pada bidang perdagangan
hulu hilir pertanian. PT PIR mampu menjadi perusahaan yang dapat bersaing di
Indonesia dengan mengangkat produk unggulan Kabupaten Sumenep yang
memiliki potensi besar.
Permasalahan yang terjadi pada usahatani bawang merah di Kecamatan
Rubaru yaitu kurangnya penyediaan benih unggul yang menjadi hambatan dalam
pengembangan di sektor pertanian. Fluktuasi harga bawang merah juga menjadi
masalah yang kerap terjadi di Kecamatan Rubaru, ketersediaan bawang merah
tidak menentu atau harga dari bawang merah terbilang cukup mahal dapat
disebabkan oleh produksi bawang merah yang tidak berubah atau tetap
sedangkan permintaan oleh konsumen maupun penangkar semakin meningkat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Nuriyana Winarsih; Ayyul Nur Fariqoini; Desi Navila Sari; Rosida |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | BAWANG MERAH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18552 |
