SISTEM AGRIBISNIS BERAS PRIMA TIGA (P-3) DI KOTA MADIUN

Pretty Carolina Agustin; Luluk Fitria Khoiru Ulya (2023) SISTEM AGRIBISNIS BERAS PRIMA TIGA (P-3) DI KOTA MADIUN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27646-200321100015-PRETTY CAROLINA AGUSTIN#200321100015#AGRIBISNIS.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27646-200321100015-PRETTY CAROLINA AGUSTIN#200321100015#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Beras merupakan komoditas pangan yang utama bagi masyarakat Indonesia.
Menurut data (BPS, 2022), konsumsi beras oleh penduduk Indonesia diperkirakan
sebesar 32,07 ton. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 718,03 ribu ton
atau 2,29% dibandingkan pada konsumsi beras pada tahun 2021 sebesar 31,36
ton. Dengan demikian dapat dijelaskan jika beras merupakan komoditas yang
strategis bagi roda perekonomian nasional, selain itu juga dapat digunakan untuk
menunjang ketahanan pangan nasional. Namun pada ketahanan pangan tidak
hanya meliputi ketersediaan pangan dan tercukupinya pangan, tetapi juga
menekankan pada mutu dan gizi yang seimbang, aman untuk dikonsumsi dan
dapat dengan mudah dijangkau oleh individu. Dalam menghadapi era global,
tuntutan dalam skill dunia kerja juga meningkat. Kebutuhan tenaga kerja dalam
bidang pertanian tentunya juga semakin naik, terutama dalam bidang pangan.
Namun, hal-hal tersebut terkadang masih lalai diperhatikan dalam upaya
ketahanan pangan. Dalam mewujudkan ketahanan pangan, keamanan pangan
merupakan aspek yang penting.
Keamanan pangan merupakan hal yang penting mengingat sudah banyaknya
pangan yang telah terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan kimia
yang digunakan seperti penggunaan pupuk kimia ataupun pestisida yang berlebih
memiliki dampak yang tidak baik jika digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Penggunaan pupuk anorganik dengan jangka waktu yang panjang dapat memengaruhi kesuburan pada tanah dan jika penggunaan natrium (N) yang
berlebihan dapat menyebabkan perubahan iklim, hal ini dikarenakan natrium yang
diberikan kepada tanaman hanya dapat diserap sebesar 50% dari pemberian dan
selebihnya menguap di udara. Bahan organik memiliki fungsi yang berkebalikan
pada bahan anorganik yaitu memiliki sifat memperbaiki sifat yang ada pada tanah
baik dari sifat fisik, kimiawi, dan hayati. Tanaman yang menggunakan bahan
organik memiliki produksi yang lebih baik dan nilai ekonomis yang lebih tinggi
dibandingkan menggunakan bahan anorganik.
Salah satu upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun untuk
menggalakkan keamanan pangan yaitu melalui pengembangan program beras
sehat. Beras sehat merupakan produk dari pertanian berkelanjutan yang
menggunakan bahan kimia dengan kadar yang kecil atau bahkan sama sekali
tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Pada pertanian tersebut lebih
menekankan bahan-bahan organik untuk mengelola usahataninya.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Pretty Carolina Agustin; Luluk Fitria Khoiru Ulya
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords BERAS
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:42
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18546

Actions (login required)

View Item
View Item