TRUNOJOYO-KP-27637-200341100086-Sofyan Tauri#200341100086#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Potensi sumber daya perairan yang dipunyai indonesia cukup menjanjikan
(Baransano et al., 2011). Budidaya adalah salah satu usaha dalam
mengembangkan produksi dan secara tidak langsung merupakan langkah
pelestarian potensi perairan tersebut. Lobster merupakan salah satu dari sekian
banyaknnya potensi perairan yang dapat di budidayakan untuk pelestarian.
Langkah awal dalam melakukan budidaya yaitu dengan mengetahui jenis lobster
yang akan di budidayakan terlebih dahulu (Affan, 2012).
Produksi lobster adalah salah satu bisnis dibidang kelautan yang mempunyai
nilai jual yang stabil dan tinggi sehingga penting untuk dilakukan ekspor. Nilai jual
lobster cukup menjanjikan yaitu berada pada kisaran harga Rp.200.000,- sampai
Rp.400.000,- per Kg (Maisyaroh et al., 2014). Jumlah ekspor dari jenis lobster
pasir dan batu di tahun 2010 mencapai US $13 juta dengan harga US $6-7 /kg
pada pasar Jepang (Hargiyatno et al., 2013). Jenis lobster air laut yang terdapat
di Indonesia ada 6 jenis, yaitu Lobster pakistan, Lobster bambu, Lobster batik,
Lobster mutiara, Lobster pasir, dan Lobster batu. Udang karang atau biasa kita
kenal dengan lobster berhabitat pada dasar laut yang memiliki substrat pasir
berbatu atau dapat ditemukan juga pada ekosistem karang dan juga perairan
yang tenang (Rombe et al., 2018).
Budidaya lobster perlu memperhatikan kualitas air yang dipakai untuk
keberlangsungan hidupnya dan agar tidak mudah stres. Lobster biasa hidup
pada perairan dengan suhu 28-29 ͦ C dan dengan kadar salinitas sebesar 29 psu
(Rombe et al., 2018).Keberhasilan budidaya lobster dapat ditentukan oleh
kualitas perairan pada keramba jaring apung dan juga kolam yang meliputi pH,
salinitas, oksigen terlarut (DO), dan suhu air. Pembudidaya di indonesia
seringkali kurang memperhatikan monitoring terhadap kualitas air yang
digunakan sehingga tidak sedikit lobster yang mati akibat kualitas air yang tidak
sesuai dengan habitat aslinya.
Budidaya lobster pasir (Panulirus homarus) di Indonesia sering kali terjadi
kegagalan atau ke tidak berhasilan hal ini disebabkan oleh seringnya
pembudidaya lalai akan managemen kualitas air yang merupakan salah satu
faktor utama dalam keberlangsungan hidup lobster. Instalasi budidaya laut
boncong (IBL Boncong) merupakan salah satu tempat budidaya lobster pasir
yang berada di jawa timur. Budidaya lobster pasir pada IBL Boncong merupakan salah satu komoditas yang berada pada tahap uji coba. Pentingnya manajemen
dan monitoring kualitas air dalam kegiatan budidaya ini yang menjadi latar
belakang dari kegiatan praktik kerja lapang ini, untuk mengetahui dan
mempelajari cara budidaya yaang tepat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SOFYAN TAURI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | LOBSTER |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:35 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18516 |
