PROSES PRODUKSI DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK JAMU RAPET WANGI MADURA PT FIRDAUS KURNIA INDAH BANGKALAN

SYAWALIYAH DESI TRIWAHYUNI SARI HABSI (2023) PROSES PRODUKSI DAN PENGENDALIAN MUTU PRODUK JAMU RAPET WANGI MADURA PT FIRDAUS KURNIA INDAH BANGKALAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27632-200331100002-Syawaliyah Desi Triwahyuni Sari Habsi_200331100002_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27632-200331100002-Syawaliyah Desi Triwahyuni Sari Habsi_200331100002_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pengobatan medis saat ini menjadi pilihan utama di Indonesia, namun
masyarakat tidak meninggalkan pengobatan tradisional. Budaya membuat dan
mengonsumsi jamu masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat
Indonesia. Menurut survei sosial ekonomi nasional tahun 2007 yang dilakukan
oleh Pemerintah Republik Indonesia, sekitar 28,9 persen penduduk Indonesia
memilih pengobatan tradisional. Angka tersebut meningkat dari tujuh tahun
sebelumnya yang hanya 15,2 persen. Tiga tahun kemudian, tahun 2010,
berdasarkan Laporan Riset Kesehatan Dasar Nasional, diketahui bahwa 59,29%
penduduk Indonesia menggunakan obat herbal dan 93,76% merasakan efek
positif obat herbal terhadap tubuh. Selain itu, hasil survei Kementerian Kesehatan
pada tahun yang sama, 2010, menunjukkan bahwa 49,53% penduduk Indonesia
diatas usia 15 tahun menggunakan obat herbaldengan 4,36% dari jumlah tersebut
meminum jamu setiap hari, selebihnya hanya sesekali (Silalahi, 2020).
Obat tradisional Indonesia biasa disebut jamu memiliki bentuk yang berbeda
di setiap daerah yang ada di Indonesia. Jamu dari Jawa dan Madura Ini adalah
salah satu obat herbal paling terkenal. Alasan popularitasnya adalah karena
pandangan peramu dengan pengguna jamu berdasarkan perumus dan pengguna
jamu melihatnya untuk semua jenis penyakit dan telah digunakan selama
beberapa generasi genetik khususnya di jamu madura, kemasyhurannya terfokus
untuk merawatan wanita dan kerperkasaan pria. Tradisi mengonsumsi jamu
merupakan upaya untuk menjaga dan merawat kesehatan jasmani dan rohani
berdasarkan kearifan lokal masyarakat Madura. Ramuan jamu Madura sangat
terkenal di seluruh nusantara. Menurut Kepala BPOM, ramuan asli Madura
merupakan hasil kreativitas intelektual masyarakat Madura, yang berupa cara
pembuatan jamu sesuai dengan formulasi dan komposisi darai bahan tumbuhan,
mengandung khasiat khusus untuk praktik kedokteran yang diwariskan secara
turun-temurun berdasarkan pengalaman (Satriyati, 2017).
Suatu industri jamu diperlukan adanya upaya untuk menjaga kualitas produk
jamu yang diproduksi. Mulai dari bahan baku, proses, sampai produk akhir. Begitu
pula dengan industri yang mengolah jamu Madura. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan dalam menjaga kualitas produk jamu adalah dengan pengendalian
mutu. Menurut Husni (2018), pengendalian mutu merupakan sistem yang digunakan untuk menjaga produk yang diproduksi tetap dalam tingkat mutu yang
diinginkan. Adanya pengendalian mutu ini digunakan untuk melakukan perbaikan
pada produk. Dengan demikian, dilakukannya uji coba sebelum produk akhir
sebagai tahap pengendalian mutu bertujuan untuk mengurangi kerusakan pada
produk hasil produksi.
Masalah kualitas produk memerlukan pertimbangan yang luar biasa, karena
barang yang berkualitas merupakan salah satu cara untuk memenangkan
persaingan dalam bisnis. Kemampuan suatu produk atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan dan harapan pelanggan dikenal dengan kualitas. Setiap organisasi atau
perusahaan harus menilai dan terus mengembangkan siklus penciptaannya untuk
memberikan barang berkualitas ideal. Kualitas adalah hal yang paling menarik
dalam pembuatan suatu produk karena dapat mempengaruhi organisasi sehingga
mampu menurunkan persaingan di berbagai usaha. Saat membuat suatu produk,
efisiensi proses pembuatan dipertimbangkan untuk memastikan bahwa kesalahan
sesedikit mungkin memengaruhi produk akhir. Salah satu cara untuk membantu
pelaku usaha dalam menjaga produk yang dihasilkannya dan seluruh proses
produksinya adalah melalui pengendalian kualitas. Tingkat pengolahan, kadar air,
dan rasa hanyalah sebagian kecil dari karakteristik proses produksi jamu yang
dapat mempengaruhi kualitasnya. Berdasarkan kualitas bahan baku jamu
tradisional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa kadar
air merupakan faktor kritis atau CTQ (Critical to Quality) untuk mencegah
tumbuhnya jamur, kadar air maksimum serbuk simplisia/jamu tidak boleh lebih dari
10% (Nindhira, 2017).
PT Firdaus Kurnia Indah merupakan industri jamu yang memproduksi
berbagai jenis jamu Madura. Salah satu produk yang dihasilkan adalah Jamu
Madura Ratu Rapet Wangi. Oleh karena itu, pelaksanaan praktik kerja lapang
dilaksanakan untuk mengetahui proses produksi pengolahan dan pengendalian
mutu yang dilakukan oleh PT Firdaus Kurnia Indah adalah bentuk upaya dalam
melestarikan dan meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, sehingga kepuasan
konsumen mampu terpenuhi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SYAWALIYAH DESI TRIWAHYUNI SARI HABSI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords JAMU RAPET WANGI MADURA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:33
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18508

Actions (login required)

View Item
View Item