TRUNOJOYO-KP-27626-200311100114-M RIFQI ABDILLAH RAHMAN_200311100114_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman tahunan yang
tingginya dapat mencapai ±10 meter. Kakao merupakan salah satu bahan baku
utama yang sangat berperan baik bagi masyarakat, khususnya sebagai pemberi
kerja. Selain fakta bahwa kakao juga berperan dalam pengembangan industri
pertanian, kakao merupakan tanaman tahunan yang bijinya digunakan sebagai
bahan baku, tanaman kakao yang bukan asli Indonesia tetapi dikembangkan di
Indonesia. Sebagian besar perkebunan kakao Indonesia dikelola melalui
perkebunan rakyat dan perkebunan nusantara. Perkembangan kakao di Indonesia
sangat pesat sejak awal tahun 1990-an. Iklim dan kondisi tanah yang cocok untuk
budidaya kakao di Indonesia dapat mendorong perkembangan perkebunan kakao
di Indonesia. Berdasarkan data Statistics Finland (2020), total produksi kakao
Indonesia tahun 2020 sebesar 713,40 ton dan nilai ekspor sebesar 75,8 juta ton.
Perkembangan tanaman kakao membutuhkan naungan selama
pertumbuhan. Tanpa persiapan tanah dan naungan yang tepat, tanaman kakao
tidak dapat tumbuh menghasilkan maksimal. Biasanya tanaman ini digunakan
sebagai tanaman peneduh perdu(Moghania macrophyla) sebagai tumbuhan dan
tumbuhan peneduh sementara Gamal (Gliricidia sp) atau Lamtoro (Leucaena sp)
untuk peneduh permanen. kayu Biasanya, naungan tidak memberikan nilai
tambah ekonomiPetani agar mendorong petani untuk memilih tanaman naungan
yang memiliki nilai ekonomi, seperti Perkebunan pisang, karet dan kelapa sawit.
Tanaman naungan adalah tanaman lain yang biasanya ditanam untuk
melindungi tanaman dari sinar matahari langsung. Umumnya, tanaman peneduh
ditanam di perkebunan untuk mengatur paparan sinar matahari. Tanaman naungan
sendiri memiliki beberapa fungsi penting seperti peneduh, penahan angin,
penahan erosi, penyubur tanah dan dapat meningkatkan hasil. Selain itu, tanaman
naungan perkebunan kakao memiliki pengaruh penting terhadap kondisi iklim
mikro dan optimalisasi pemanfaatan lingkungan. (Sutedja, 2018). Tanaman Lamtoro (Leucaena sp.) merupakan naungan yang banyak
digunakan oleh para petani karena lamtoro merupakan tanaman ideal untuk
melindungi tanaman kakao, Pohon lamtoro merupakan naungan sangat produktif,
memiliki nilai tambah di bidang ekonomi serta peluang pasar, struktur tajuk
mudah diatur, sumber bahan organik yang mudah diperoleh, dapat
mentransmisikan cahaya yang tersebar, dan memiliki akar yang dalam. Lamtoro
juga meningkatkan nitrogen didalam tanah, dan tidak menjadi inang hama atau
penyakit utama. Penggunaan pohon lamtoro sebagai pohon pelindung tanaman
kakao, dapat meningkatkan kualitas tanaman kakao serta meningkatkan hasil yang
diperoleh.
Kegiatan budidaya tanaman kakao meliputi mulai dari pembibitan,
pemangkasan, pengendalian hama, penaungan, pemupukan, panen, dan pasca
panen. Salah satu kegiatan budidaya tanaman kakao yang dilaksanakan di Kebun
Kendeng lembu Glenmore Banyuwangi yaitu pemeliharaan khususnya penaungan
pada tanaman kakao, penaungan merupakan salah satu upaya untuk dapat
menciptakan atau merekayasa lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan
tanaman kakao, penggunaan penaungan dapat menurunkan suhu udara maupun
meningkatkan kelembaban.
Penaungan merupakan faktor utama sebagai penghalang sinar matahari
yang berfungsi untuk menurunkan intensitas matahari, tujuan dari pembuatan
naungan sendiri berfungsi sebagai faktor pendukung dalam syarat tumbuh
tanaman kakao untuk dapat mengetahui pada ketinggian berapa penaungan di
letakkan di atas permukaan tanah dan efektivitas dari paranet tersebut dapat
menunjukkan hasil yang baik. (Rati Agustiningsih, et.al., 2022).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM M RIFQI ABDILLAH RAHMAN |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | LAMTORO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:31 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18496 |
