POPULASI DAN TEKNIK PERAWATAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivecea) YANG TERINFEKSI JAMUR DI KONSERVASI PENYU PANTAI TAMAN KILI-KILI, TRENGGALEK

BENNY SUGIARTO (2023) POPULASI DAN TEKNIK PERAWATAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivecea) YANG TERINFEKSI JAMUR DI KONSERVASI PENYU PANTAI TAMAN KILI-KILI, TRENGGALEK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27623-200341100067-Benny Sugiarto_200341100067_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27623-200341100067-Benny Sugiarto_200341100067_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Penyu merupakan biota unik yang hidup di hampir dijumpai di semua
samudera. Hal tersebut dikarenakan hanya ada tujuh spesies penyu yang ada di
dunia. Penyu termasuk kedalam reptil laut seperti kura-kura yang mampu
menjelajahi samudra menggunakan keempat siripnya. Dari ketujuh spesies penyu,
enam spesies dapat kita temukan di perairan Indonesia yaitu : Penyu Lekang
(Lepidochelys olivecea), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Belimbing
(Demochelis coriaceae), Penyu Piph (Natator depressus), Penyu Tempayan
(Caretta caretta) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). Penyu termasuk
kedalam hewan yang dilindungi oleh Negara tertuang dalam Permen No. 7 Tahun
1999 dan secara hukum internasional termasuk kedalam biota appendix 1.
Populasi penyu semakin berkurang disebabkan oleh beberapa hal seperti
perubahan bentang alam disekitar habitat peneluran, pencurian telur, adanya
pemanfaatan bagian tubuh penyu oleh manusia, dan pengelolaan konservasi yang
tidak memadai (Rofiah et al., 2012).
Penyu lekang memiliki keunikan yaitu saat musim bertelur tiba penyu lekang
akan kembali ketempat di mana dia pertama kali menetas. Populasi penyu yang
mendarat semakin berkurang akibat dari pembangunan kawasan pesisir yang
dapat merubah keadaan bentang alam dikawasan pantai. Rusaknya habitat
peneluran penyu banyak di jumpai di sejumlah kawasan pantai yang dijadikan
tempat penyu bertelur. Selain rusaknya habitat peneluran, ketersedian pakan di
perairan sekitar area tempat peneluran semakin berkurang sehingga penyu yang
akan meletakan telurnya memilih tempat lain yang masih memiliki ketersediaan
pakan berlimpah. Saat ini diperlukan usaha perlindungan dan penelitian terhadap
penyu beserta lokasi peneluranya agar memudahkan penentuan tindakan yang
seharusnya diambil dalam menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan
pelestarian penyu (Bara et al., 2013). Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk
menekan angka kematian penyu di seluruh daerah asuhan khususnya perairan
Indonesia.
Kematian tukik disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya rusaknya
habitat alami, serangan predator dan infeksi jamur pada tukik yang baru menetas.
Infeksi jamur pada tukik merupakan masalah yang sering terjadi terutama di
Konservasi Penyu pantai Taman Kili-kili. Umumnya jamur yang menginfeksi tukik
menyerang pada bagian kulit leher dan sekitar area mata, jika infeksi ini tidak segera diatasi akan mnimbulkan masalah yang lebih serius seperti kematian tukik
secara masal. Pada penyu lekang dewasa infeksi jamur ini umunya menyerang
bagian karapas. Menurut Ayuningtyas et al., (2019). Jenis jamur yang menginfeksi
kulit dan karapas penyu lekang diantaranya berasal dari genus Fusarium salani.
Jenis fungi ini juga teridentifikasi banyak ditemukan di konservasi pantai taman
Kili-Kili- Trenggalek.
Pantai Taman Kili-kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten
Trenggalek. Pantai ini merupakan kawasan konservasi penyu yang dibentuk oleh
POKMASWAS (Kelompok Pengawas Masyarakat) pada tahun 2012 (Pratama dan
Romadhon 2020). Pantai ini menjadi habitat peneluran penyu terutama penyu
lekang yang harus dijaga kelestarian untuk menunjang keberlangsungan hidup
biota langka ini. Pelu dilakukan kegiatan monitoring terhadap populasi penyu serta
perawatan penyu lekang yang terinveksi jamur untuk memantau pola
perkembangan penyu lekang agar populasinya di alam terjaga. Hal inilah yang
melatar belakangi kegiatan praktik kerja lapang (PKL) ini dilakukan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
BENNY SUGIARTO
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PENYU
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:30
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18492

Actions (login required)

View Item
View Item