PROSEDUR PENGUJIAN MUTU HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG

Achdiana Fetra El laely (2023) PROSEDUR PENGUJIAN MUTU HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27620-200351100047-LAPORAN PKL-Achdiana Fetra El laely-200351100047-1.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27620-200351100047-LAPORAN PKL-Achdiana Fetra El laely-200351100047-1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Perikanan tangkap merupakan komoditas yang sangat potensial meningkatkan
perekonomian masyarakat, di Indonesia perikanan tangkap menjadi mata
pencaharian umum masyarakat pesisir. Dikatakan bahwa kesejahteraan ekonomi
masyarakat pesisir di Indonesia kurang baik karena nilai jual hasil perikanan masih
sangat rendah sehingga nilai jual ikan yang rendah memerlukan pengolahan ikan
yang ditangkap untuk menjaga kualitas ikan. Penanganan hasil tangkapan adalah
kegiatan yang wajib dilakukan nelayan setelah melakukan operasi penangkapan ikan,
yang bertujuan untuk mempertahankan mutu ikan mulai dari ikan tertangkap sampai
ikan dikonsumsi. Pengolahan hasil tangkapan harus dilakukan sesegera mungkin
untuk menghindari penurunan kualitas ikan,sehingga penanganan seperti pendinginan
harus dilakukan dengan menjaga suhu tetap rendah dan mendekati 0oC. Suhu yang tinggi mempengaruhi kesegaran ikan, sehingga suhu harus rendah agar kondisi ikan
tidak cepat membusuk dan juga tidak cepat mengalami penurunan mutu
diperlukannya pendingin sebagai cara penanganan yang umum untuk menjaga
kualitas ikan sejak diambil dari air (Deni, 2015).
Penurunan mutu ikan terjadi melalui beberapa mekanisme, seperti kerusakan
karena autolisis atau kerja enzim yang tidak terkontrol setelah ikan mati, kerusakan
karena aktivitas bakteriologi dan kerusakan karena reaksi oksidasi. Kerusakan yang
diakibatkan oleh aktivitas bakteri tersebut dikarenakan bakteri tersebut terus
berkembang biak dan bertambah jumlahnya yang pada akhirnya menyebabkan
kerusakan lebih lanjut, seperti munculnya bau yang tidak sedap dan perubahan
komposisi daging. Pertumbuhan bakteri pada tubuh ikan tidak hanya disebabkan
oleh bakteri yang terdapat secara alami pada ikan (terkonsentrasi pada isi perut,
insang dan kulit), tetapi juga oleh bakteri dari sumber lain yang mengkontaminasi
ikan, termasuk bakteri patogen. Bakteri patogen dapat dengan mudah
mengkontaminasi ikan selama penyimpanan dan distribusi serta menyebabkan
penyakit saat dikonsumsi (Dwiyitno, 2010).
Formalin dan pemutih merupakan bahan kimia tambahan yang banyak digunakan
oleh masyarakat untuk melakukan pengawetan ikan, hal ini karena dinilai ikan hasil
pengawetan dengan penggunaan zat tersebut lebih awet, tidak berbau dan lebih
tampak bersih. Matondang, (2015) menyatakan bahwa penggunaan formalin dan
pemutih dalam mengawetkan dan memproduksi ikan memiliki keunggulan yang tidak
mudah rusak lebih awet, tampilan menarik dan harga lebih murah. Penggunaan
formalin dinilai lebih murah dan menguntungkan, karena ikan yang diberi formalin
lebih awet dan umur simpan lebih lama. Oleh karena itu, PPN Brondong berperan
penting dalam mengetahui dan memahami proses pemeriksaan mutu hasil tangkapan.
Sehingga, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lapangan di Pelabuhan
Perikanan Nusantara Brondong untuk memahami prosedur pengujian kualitas hasil
tangkapan yang meliputi pengujian sensoris dan pengujian formalin atau
formaldehida (CH2O) pada produk perikanan tangkap.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Achdiana Fetra El laely
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords PELABUHAN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:30
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18487

Actions (login required)

View Item
View Item