EKSTRAKSI MASERASI NUDIBRANCH (Hypselodoris maridadilus) di MERO Foundation, Tulamben Bali

Tsaniya Putri Radinatus Sholihah (2023) EKSTRAKSI MASERASI NUDIBRANCH (Hypselodoris maridadilus) di MERO Foundation, Tulamben Bali. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27617-200341100008-TSANIYA PUTRI RADINATUS SHOLIHAH_200341100008_PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27617-200341100008-TSANIYA PUTRI RADINATUS SHOLIHAH_200341100008_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Metabolit sekunder yang diproduksi oleh berbagai invertebrata laut
seperti nudibranch memiliki kemampuan dalam mengatasi permasalahan dan
dapat dimanfaatkan oleh manusia. Nudibranch menggunakan metabolit
sekunder sebagai metode pertahanan diri dari predator. Nudibranch mampu
hidup di berbagai habitat perairan, mulai dari zona intertidal hingga perairan
dalam. Nudibranch juga dapat ditemukan di bebatuan karang, pasir, bahkan
mampu hidup di ekosistem mangrove dan lamun. Metabolit sekunder pada
nudibranch berpotensi sebagai bahan antibakteri, antifungi, antioksidan,
hingga antikanker (Doringin et al., 2020).
Metabolit sekunder yang terdapat dalam nudibranch dapat
dimanfaatkan dengan melakukan isolasi aktivitas biologis. Isolasi senyawa
metabolit sekunder pada bahan alam umumnya menggunakan teknik ekstraksi
dengan memisahkan senyawa organik dengan pelarut yang sesuai. Proses
ekstraksi suatu senyawa dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa
metode, yaitu metode dingin seperti maserasi serta metode panas seperti
pemanasan dan perebusan. Penggunaan metode ekstraksi yang berbeda
dapat menghasilkan rendemen ekstrak yang berbeda pula (Tambu et al.,
2016).
Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan
melakukan perendaman sampel pada larutan aseton. Proses ekstraksi
senyawa nudibranch dilakukan dengan mencampurkan filtrat kasar nudibranch
menggunakan larutan polar, seperti diklorometana. Tujuan menggunakan
metode ekstraksi maserasi adalah untuk menarik semua metabolit sekunder,
serta menghindari rusaknya senyawa yang tidak tahan terhadap pemanasan.
Pemilihan aseton sebagai pelarut untuk memudahkan proses maserasi,
karena sifatnya yang mudah menguap dan mudah dipisahkan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui rendemen yang diperoleh dari ekstraksi
nudibranch (Hypselodoris maridadilus) menggunakan metode maserasi
(Susanty dan Bachmid, 2016).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Tsaniya Putri Radinatus Sholihah
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords MASERASI NUDIBRANCH
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:30
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18482

Actions (login required)

View Item
View Item