TATA LETAK RUANG PRODUKSI IKAN TERI NASI NASI (Stokphorus Spp.) DI PT MARINAL INDOPRIMA SUMENEP, JAWA TIMUR

LELY SOFIYA (2023) TATA LETAK RUANG PRODUKSI IKAN TERI NASI NASI (Stokphorus Spp.) DI PT MARINAL INDOPRIMA SUMENEP, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27616-200331100010-Lely Sofiya_200331100010_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27616-200331100010-Lely Sofiya_200331100010_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Wilayah perairan indonesia merupakan suatu perairan terbesar di dunia
dengan luas 5,8 juta km2 . Berdasarkan luasnya, laut Indonesia banyak memiliki
macam jenis ikan laut, baik dari jenis komersial maupun yang tidak komersial.
Wilayah perairan Indonesia mempunyai keanekaragaman ikan sangat banyak
yaitu sekitar 4.000-6.000 jenis ikan (Pariyanto et al., 2021). Keanekaragaman
hayati yang hidup di laut Indonesia memiliki ciri-ciri sesuai setiap daerah, dimana
perbedaan ciri tersebut biasanya terkait dengan masing-masing kawasan.
Perbedaan tersebut merupakan salah satu bagian dari indahnya sumber daya
kelautan dan perikanan (Nuitja, 2019).
Sumber daya kelautan dan perikanan merupakan sumber daya alam yang
berpotensi sangat besar. Salah satunya yaitu sebagai sumber daya produksi
pengolahan ikan (Firdaus, 2019). Indonesia masih termasuk dalam negara yang
memilik peringkat besar mengenai produksi ikan (Nuitja, 2019). Komisi hasil
pengkajian stok ikan (Kajiskan), maximum sustainable yield (MSY) menjelaskan
bahwa produksi perikanan mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu
sebesar 74,7%. Produksi perikanan pada tahun 2015 sebesar 6,67 juta ton dengan
harga Rp 120,6 triliun, pada tahun 2018 produksi ikan menglami peningkatan yaitu
menjadi 7,3 juta ton dengan hara Rp 210,7 triliun (Kementrian Kelautan dan
Perikanan, 2022). Pengkajian stok perikanan merupakan dasar utama
pengelolaan sumber daya perikanan (Suman et al., 2017).
Salah satu sumber daya perikanan yang berada di sekitar pulau Jawa yaitu
ikan teri nasi dan ikan teri nasi nasi. Ikan teri nasi termasuk dalam kelompok ikan
pelagis berukuran kecil yang hidupnya saling bergerombol diperairan pantai dan
estuari. Ikan teri nasi merupakan salah satu jenis ikan yang digunakan sebagai
sumber protein untuk tubuh, ikan teri nasi juga memiliki harga yang terjangkau
murah, memiliki nilai ekspor serta juga dapat digunakan sebagai umpan bagi
perikanan hutate. Berdasarkan badan statistik perikanan Jawa Tengah produksi
ikan teri nasi pada tahun 2015 tercatat sebesar 23.563 ton, sedangkan
berdasarkan badan statistik perikanan di Jawa Timur produksi ikan teri nasi dan
ikan teri nasi nasi sekitar 13.617 ton dan 7.124 ton (Zamroni et al., 2021).
Pengelolaan sumber daya perikanan wajib menetapkan potensi dan alokasi
sumberdaya perikanan di wilayah Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan menteri
Kelautan dan Perikanan melalui pasal 7(1) Undang-undang No. 31 Tahun 2004 jo UU no. 45 Tahun 2009. Peraturan tersebut sebagai dasar penetapan potensi dan
tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan yang sudah dilakukan kajian stok
berkali-kali (Suman et al., 2017). Sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan
menjadi berbagai macam bentuk olahan seperti ikan pindang, abon ikan, bakso
ikan, kerupuk ikan, nugget ikan, agar-agar kertas, dan banyak produk olahan
lainnya. Salah satu jenis ikan yang dapat diolah yaitu ikan teri nasi nasi dengan
berbagai macam bentuk olahan. Salah satu pengolahan ikan teri nasi nasi sendiri
yaitu dijadikan produk olahan maupun campuran bahan olahan masyarakat
Indonesia. Pengolahan ikan dapat dilakukan secara tradisional maupun modern.
Pengolahan secara tradisional dilakukan secara turun temurun dan menggunakan
peralatan seadanya. Pengolahan ikan yang modern dilakukan dengan
menggunakan mesin yang cukup canggih untuk membantu proses pengolahan
ikan secara baik dan benar. Proses tersebut dapat mempengaruhi kandungan dan
tampilan pada produk ikan (Wiryati, 2019).
Produk ikan teri nasi nasi memiliki keuntungan seperti umur simpan yang
relatif panjang. Namun ikan teri nasi nasi juga dapat mengalami kerusakan.
Kerusakan yang terjadi terhadap ikan teri nasi nasi yaitu diakibatkan oleh faktor
mikrobiologi maupun kimia. Kerusakan yang sering terjadi yaitu kerusakan lemak
pada ikan akibat proses pengeringan, dimana pada proses tersebut mengalami
perubahan suhu dan kandungan air pada bahan (Pratiwi et al., 2019). Kerusakan
juga diakibatkan karena proses produksi dan penyimpanan yang kurang tepat,
sehingga mempermudah kontaminasi terhadap ikan teri nasi asin. Sehingga untuk
mengatasi hal tersebut perlunya tata letak pabrik dan alur proses produksi mulai
dari penerimaan bahan baku hingga penyimpanan. Seperti pada pengolahan ikan
teri nasi nasi pada perusaan PT. Marinal Indoprima.
PT. Marinal Indoprima merupakan perusahaan yang terletak di Desa
Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Salah satu
perusahaan yang bergerak dalam pengolahan ikan teri nasi nasi. Perusahaan ini
telah melayani ekspor ke negara lain seperti Jepang dan Singapura. Suatu proses
produksi dapat berjalan efektif dan efisien apabila perusahaan menerapkan
pengaturan tata letak fasilitas dengan baik. Penerapan tata letak pada proses
produksi dapat memperlancar pekerjaan dan meningkatkan produktivitas
perusahaan.
Tata letak pabrik adalah proses perancangan dan pengaturan tata letak suatu
perusahaan mengenai fasilitas fisik seperti mesin atau peralatan, lahan, bangunan, dan ruang. Tujuan adanya tata letak ini yaitu mengoptimalkan proses
kerja antara pekerja, aliran bahan, aliran informasi dan metode yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan perusahaan, karena pentingnya perencanaan tata letak
tersebut maka, dalam Praktik Kerja Lapang ini membahas tentang topik tata letak
bagian produksi merupakan hal yang berperan sangat besar dalam membuat
produk dengan efektif, efisien dan sesuai dengan keinginan konsumen. Tata letak
mencangkup susunan dari fasilitas industri, seperti ruangan yang dibutuhkan
untuk bahan baku, penyimpanan, tenaga kerja langsung maupun tenaga kerja
tidak langsung dan semua jasa pendukung lainnya. Apabila pengaturan tata letak
fasilitas pabrik terencana secara baik, maka proses produksi akan berjalan secara
lancer dan efisien (Meissy et al., 2019).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
LELY SOFIYA
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords IKAN TERI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:29
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18481

Actions (login required)

View Item
View Item