PERSENTASE TUTUPAN TERUMBU KARANG PADA PESISIR PANTAI BANGSRING UNDERWATER KABUPATEN BANYUWANGI

Anggit Kresna Rangga (2023) PERSENTASE TUTUPAN TERUMBU KARANG PADA PESISIR PANTAI BANGSRING UNDERWATER KABUPATEN BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27615-200341100096-Anggit Kresna Rangga_200341100096_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27615-200341100096-Anggit Kresna Rangga_200341100096_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pusat sebaran terumbu karang di dunia salah satunya terdapat pada
Indonesia. Luasan seberan terumbu karang di Indonesia diperkirakan memiliki luas
sekitar 85.700 km2. atau berkisar 14% dari sebaran terumbu karang yang terdapat di
dunia (Pasanea,2013). Sebaran terumbu karang yang terdapat di Indonesia
Sebagian besar dapat dikatakan rusak. Tutupan terumbu karang yang terdapat di
Indonesia yang memiliki kondisi sangat baik dan baik hanya berkisar 5,5% dan 27%
dan sisanya dalam kondisi kurang baik dan buruk masing dengan persentase 36,5%
dan 33% (Burhanudin et al.,2013). Rusaknya terumbu karang biasanya disebabkan
oleh aktivitas manusia seperti penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan,
sedimentasi dan pencemaran lingkungan perairan.
Salah satu kawasan di Indonesia yang memiliki potensi mengenai kondisi
tutupan terumbu karang di Indonesia adalah kawasan ekowisata Bangsring
Underwater. Bangsring Underwater terletak pada Kecamatan Wongsorejo,
Kabupaten Banyuwangi. Kawasan ekowisata ini merupahkan kawasan konservasi
yang digagas oleh nelayan setempat. Kawasan konservasi Bangsring Underwater ini
dulunya merupahkan spot bagi para nelayan untuk melakukan penangkapan ikan
hias, penangkapan yang dilakukan oleh nelayan setempat pada saat itu bisa
dikatakan sangat tidak ramah lingkungan, nelayan setempat menggunakan bom
peledak untuk menangkap ikan. Dampak dari adanya penggunaan bom ikan
tersebut tentunya membuat kondisi terumbu karang pada kawasan tersebut pada
saat itu menjadi rusak dan menyebabkan populasi ikan menurun drastic (Fuad,2016)
Rusaknya terumbu karang dan menurunnya populasi ikan yang terdapat
pada kawasan Bangsring Underwater membuat para nelayan setempat mulai sadar
akan dampak dari penggunaan bom ikan sangat berpengaruh buruk terhadap
ekosistem yang ada disekitarnya. Oleh karena itu kelompok nelayan tersebut
membuat terobosan dengan menciptakan kawasan ekowisata yang berbasis
konservasi terumbu karang. Kelompok nelayan pada Bangsring Underwater mulai
melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap kondisi terumbu karang di perairan
tersebut, mereka melakukan transplantasi dan penanaman terumbu karang dan
membuat zona inti dimana pada zona tersebut dulunya merupahkan titik terparah pengerusakan terumbu karang di kawasan tersebut (Fuad,2016). Alasan
dilakukannya Praktik Kerja Lapang di kawasan Bangsring Underwater ini untuk
mengetahui kondisi tutupan terumbu karang dikarenakan pada kawasan ini dulunya
pernah mengalami pengerusakan terumbu karang untuk penangkapan ikan secara
masif.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Anggit Kresna Rangga
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords TERUMBU KARANG
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:29
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18480

Actions (login required)

View Item
View Item