TEKNIK PEMBIBITAN SAWI PUTIH (Brassica rapa subsp. pekinensis) DI PUSAT PENELITIAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI, BATU

AINUN ERNAWATI (2023) TEKNIK PEMBIBITAN SAWI PUTIH (Brassica rapa subsp. pekinensis) DI PUSAT PENELITIAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA (P4S) ARBORETUM FARM BUMIAJI, BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27614-200311100033-Ainun Ernawati_200311100033_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27614-200311100033-Ainun Ernawati_200311100033_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Kebutuhan produk pertanian semakin meningkat dengan seiring
berkembangnya jumlah populasi penduduk. Salah satu jenis komoditas
tanamanholtikultura dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan bagus untuk di
Indonesia adalah sawi putih. Sawi putih merupakan jenis sayuran yang berasal
dari Tiongkok (China) yang tergolong dalam famili Brassicaceae yang
dimanfaatkanbagian daun dan bunganya sebagai bahan pangan sayuran. Sawi
putih sering dimanfaatkan atau diolah menjadi masakan Tionghoa, oleh karena
itu sebagian masyarakat menyebut sawi putih dengan sawi cina atau petsai.
Dalam setiap 100 g berat basah tanaman sawi putih mengandung
protein2.3 g, lemak 0.3 g, kalsium 220.0mg, fosfor 38.0 g, Fe 2.9 g, karbohidrat
4.0 g,vitamin A 1.940 mg, vitamin B 0.09 mg dan vitamin C 102 mg (Alifiah
et al.,2019). Manfaat dalam mengonsumsi sawi putih dapat menjaga kesehatan
tubuh,penyembuhan penyakit kepala, menghilangkan gatal pada tenggorokan,
penyakit ginjal, melancarkan pencernaan makanan, dan menjaga aliran darah
tetap terjaga (Prambudi, 2019).
Produktivitas sawi putih pada tahun 2017-2019 di Indonesia cenderung
mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 produktivitas sawi putih berjumlah
627.598 ton/tahun menjadi 635.990 ton /tahun pada tahun 2018 sehingga
mengalami peningkatan sebanyak 2,63% dari tahun 2018 dan 4% dari tahun
2017 (Badan Pusat Statistik, 2020). Konsumsi sawi putih pada tahun 2017
mengalami peningkatan dari 1,043 kg/kapita/tahun menjadi 2,086
kg/kapita/tahun. Upaya peningkatan produksi sawi putih dalam memenuhi
kebutuhan konsumen dan permintaan pasar diperlukan teknologi produksi yang
tepat supaya memperoleh hasil yang maksimal (Ma’arif et al., 2022). Dalam
proses sebelum melakukan budidaya sawi putih harus memperhatikan tingkat
kualitas benih yang digunakan guna menghasilkan bibit tanaman yang unggul.
Proses pembibitan pada sawi putih termasuk faktor penting dalam menunjang
hasil budidaya. Salah satu wilayah di Kota Batu yang memproduksi sayuran sawi putih
adalah Kecamatan Bumiaji yaitu Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S)
Arboretum, Farm. Kegiatan yang meliputi budidaya sawi putih dan tanaman
hortikultura sayuran lainnya. Proses budidaya yang meliputi dari kegiatan
penyiapan lahan hingga penanganan pasca panen. Sebelum melakukan
kegiatan budidaya tanaman diperlukan bibit tanaman yang unggul. Hal ini
mempengaruhi hasil budidaya tanaman, oleh sebab itu, teknik pembibitan
yang tepat sangat diperlukan untuk menunjang hasilkegiatan budidaya.
Kegiatan PKL yang dilakukan di P4S Arboretum Farm terkait pembibitan sawi
putih yang meliputi proses penyemaian benih sawi putih pada tray,
pemeliharaan tanaman,hingga penanaman bibit sawi putih.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AINUN ERNAWATI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords SAWI PUTIH
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:29
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18479

Actions (login required)

View Item
View Item