TRUNOJOYO-KP-27613-200331100104-Ebi Afandi_200331100104_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Salah satu sektor industri Indonesia yang sangat dihargai atau
diprioritaskan adalah sektor gula. Walaupun pangsa pasar gula pada sektor lokal
belum memiliki market yang luas atau besar, akan tetapi dilihat dari keunggulan
utamanya yaitu adanya bahan baku yang luas serta area tanam yang dapat
menunjang produksi secara berkelanjutan menjadikan industri gula menjadi
salah satu sektor industri yang dapat dijadikan sebagai sektor penunjang
ekonomi negara. Gula terbentuk dari nira tebu yang telah melalui tahap-tahap
proses produksi, pada proses produksi gula tebu pada masa sekarang telah
berbeda dengan jaman terdahulu yang masih menggunakan mesin konvesional
atau peralatan seadanya yang terbatas.
Mesin diharapkan dapat mempermudah, mempercepat, dan dapat lebih
memaksimalkan proses produksi serta produktivitas perusahaan juga akan
semakin maksimal. PG. Kebon Agung memiliki peralatan dan mesin yang
kompleks digunakan dalam pembuatan gula. Selain itu produk yang dihasilkan
dari mesin (non manusia) dipastikan akan memiliki jaminan mutu atau kualitas
yang lebih unggul, konsumen pastinya akan lebih memilih produk yang sudah
terjamin mutu dan kualitasnya, namun peran mesin juga tidak sepenuhnya bisa
memenuhi stadart mutu atau kualitas, dan tidak dapat menggantikan posisi
manusia. Terdapat beberapa job yang tidak bisa sepenuhnya mengandalkan
mesin dan harus dilakukan oleh manusia.
Kelancaran dan tingkat efisiensi penggunaan mesin, peralatan dalam
proses pembuatan gula PG. Kebon Agung tidak luput dari problem atau kendala.
Semakin bertambahnya usia mesin atau peralatan maka kemampuan dari mesin
atau peralatan juga akan semakin menurun, bahkan sering terjadi kerusakan
tanpa sebab. Berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terjadinya kendala pada
proses produksi diakibatkan oleh kerusakan atau trouble pada mesin yang akan
menghambat proses produksi. Satu saja mesin atau peralatan yang rusak akan
berdampak ke mesin atau peralatan lainya sehingga produksi menjadi
terhambat, dan bisnis akan mengalami kerugian atau tidak dapat memenuhi
jadwal yang sudah ditargetkan sebelumnya, lalu perusahaan akan mengalami
kerugian.Mesin atau peralatan yang digunakan secara berkelanjutan akan
mengalami penurunan performa dan kekuatan, untuk menunjang kebutuhan produksi pabrik atau perusahaan mesin atau peralatan harus berada dalam
kondisi prima (Widat et al., 2021).
Perlu adanya aktivitas pendukung sebelum dilaksanakan giling atau
proses produksi, yaitu kegiatan perawatan atau masa Maintenance untuk
dilakukan peremajaan mesin atau peralatan. Oleh karena itu, diperlukan
penelitian agar dapat mengetahui langkah cara perawatan, peremajaan, dan
perbaikan pada mesin atau peralatan serta mengetahui dari stasiun gilingan yang
mempunyai resiko kerusakan paling tinggi. Sehingga resiko kerusakan alat atau
mesin yang digunakan dalam proses produksi agar dapat diatasi dan tidak
sampai mengganggu jalanya proses produksi. Kegiatan Maintenance merupakan
suatu kegiatan pemeliharaan mesin dengan tujuan agar terhidar dari suatu
gangguan atau kerusakan pada berbagai kondisi(Prabowo et al., 2020).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM EBI AFANDI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | GILINGAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:29 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18477 |
