TRUNOJOYO-KP-27605-200341100061-khofifah pkl.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract
Industri yang dapat meningkatkan ekonomi salah satunya adalah
pariwisata. Wisata pantai menjadi salah satu pilihan kegiatan untuk mengisi waktu
liburan. Wisata pantai banyak diminati karena dapat menyaksikan keindahan alam
laut dan pesisir. Selain itu kegiatan seperti snorkeling, berenang, memancing dan
menikmati panorama bawah laut juga dapat dilakukan oleh wisatawan (Rif’an,
2012). Keindahan alam yang terkenal di Indonesia salah satunya Pulau Bali. Bali
merupakan sebuah pulau yang terkenal akan keindahan pariwisatanya, salah
satunya pariwisata bahari. Kecamatan Tejakula termasuk kecamatan yang berada
di Kabupaten Buleleng Utara Provinsi Bali. Kecamatan ini berada pada ketinggian
3000 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Tejakula berbatasan langsung
dengan Laut Bali pada bagian utara. Kabupaten Karangasem terletak pada
perbatasan bagian timur. Kabupaten Bangli berada pada bagian selatan
berbatasan dengan Kintamani. Pada bagian barat berbatasan dengan Desa
Kubutambahan. Kelengkapan pariwisata di Kecamatan Tejakula dilengkapi
dengan fasilitas umum yang memadai. Adapun fasilitas umum tersebut berupa
area parkir, balai pertemuan, cafetaria, wifi area, restaurant, kios souvenir dan
kamar mandi umum (Kadek, 2020).
Seiring dengan peningkatan wisatawan maka akan menimbulkan salah
satu problematika baru, yakni penumpukan sampah. Sampah merupakan
permasalahan yang penting untuk ditangani. Dampak pencemaran sampah bukan
berdampak hanya pada lingkungan, tetapi juga berdampak pada wisatawan.
Pengelolaan sampah yang buruk pada daerah wisata dapat mempengaruhi minat
berkunjung wisatawan. Pada lokasi pariwisata suatu kualitas kebersihan
merupakan parameter kenyamanan bagi wisatawan di lokasi tersebut. Adapun
kebersihan daerah wisata diciptakan oleh pengelolaan yang baik pada daerah
wisata itu sendiri.
Pengelolaan kebersihan daerah wisata dapat dikelola oleh penduduk lokal,
wisatawan maupun pemerintah setempat demi terjaganya kualitas kebersihan.
Peningkatan jumlah wisatawan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan
sampah apabila tidak ditangani dengan baik (Sara et al., 2016). Daya tarik suatu wisata dapat diukur melalui kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dapat
menciptakan
daya tarik wisatawan untuk berkunjung pada daerah tersebut. Peningkatan
jumlah wisatawan dapat meningkatkan ekonomi dan pembangunan pada daerah
tersebut. Sehingga penanganan sampah bukan menjadi tanggung jawab
pemerintah namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat, wisatawan dan
seluruh elemen agar tercipta lingkungan yang bersih dan terbebas dari tumpukan
sampah penyebab penyakit (Ricky et al., 2022). Kegiatan Praktik Kerja Lapang ini
diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan warga setempat
terkait kebersihan wisata di Kecamatan Tejakula.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Khofifah Indah Rahmawati |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SAMPAH |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18455 |
