TRUNOJOYO-KP-27603-200341100041-Elyana Nabila_200341100041 Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Menurut Syadillah et al., (2020) udang vaname merupakan jenis udang
yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan juga merupakan salah satu komoditas
unggulan nasional yang sedang tren. Pada tahun 2012 jumlah ekspor udang
vaname sebanyak 112.066 ton BPS RI (2012). Udang vaname memiliki
keunggulan diantara komoditas yang lainnya, beberapa kelebihan tersebut yakni
dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, memiliki pertumbuhan yang
cepat dan dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi baik pada tambak
tradisional maupun intensif (Wijayanto et al., 2020). Akhir-akhir ini di Indonesia
sudah banyak berkembang berbagai jenis tambak untuk budidaya, baik dari pola
intensif maupun super intensif. Jenis-jenis tambak tersebut yakni tambak beton,
dan juga tambak plastik HDPE, secara teknis maupun ekonomis jenis tambak
diatas memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Kondisi
lingkungan yang kurang mendukung dapat mengakibatkan tingkat serangan
penyakit yang tinggi, sehingga penggunaan HDPE dapat dijadikan sebagai
alternatif yang cocok (Suriawan et al., 2019).
Pembesaran udang vaname menjadi aspek penting dalam menunjang
keberhasilan suatu budidaya, dalam budidaya pembesaran udang terdapat
beberapa kegiatan atau tahapan yang dilakukan guna memperoleh hasil budidaya
yang baik. Kegiatan tersebut yaitu di mulai dari persiapan tambak, penebaran
benur, manajemen pakan, manajemen kualitas air hingga pemanenan. Aspek-
aspek tersebut perlu diperhatikan agar kegiatan budidaya udang menghasilkan
kuota panen sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Wijayanto et al., (2020)
Pengembangan budidaya udang dapat dilakukan dengan meningkatkan kuantitas
dan kualitas menggunakan beberapa metode yakni padat tebar tinggi, pemberian
pakan yang optimal dan tanpa penggunaan antibioik.
Pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dapat menjadi faktor penentu dalam
keberhasilan kegiatan budidaya. Lokasi tempat budidaya berpengaruh terhadap
struktur dan kontruksi tambak yang akan dibuat. Pendirian lahan budidaya
biasanya ditentukan setelah dilakukan analisis terhadap data atau informasi
tentang topografi tanah, pengairan, ekosistem dan iklim (Suharyadi 2011). Faktor
penting dalam kegiatan budidaya udang vaname ialah pakan, karena dapat
menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Pemberian pakan umumnya disesuaikan dengan sifat dan tingkah laku udang tersebut, umur dan
jumlah padat tebar juga menjadi salah satu penentu dalam pemberian pakan
udang. Pakan yang sesuai akan membantu menghasilkan udang yang baik (Arief
et al., 2014).
Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk memperdalam ilmu dan
pengetahuan terkait teknik pembesaran udang vaname. Jenis udang ini
merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor budidaya, oleh karena itu
dengan adanya praktik kerja lapang dengan berjudul ”Teknik Pembesaran Udang
Vaname (Litopenaeus vannamei) Menggunakan Kolam Beton Outdoor di BPBAP
Situbondo” diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas
terkait cara atau teknik pembesaran udang vaname sesuai dengan standar yang
ada.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ELYANA NABILA SYAFA’ATUL HIDAYAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | UDANG VANNAME |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:24 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18453 |
