ESTIMASI KEDALAMAN PERAIRAN PULAU PULAU AYU, PAPUA BARAT DENGAN METODE EMPIRIS MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A DI PUSAT HIDRO-OSEANOGRAFI TNI ANGKATAN LAUT (PUSHIDROSAL) JAKARTA UTARA

ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA (2023) ESTIMASI KEDALAMAN PERAIRAN PULAU PULAU AYU, PAPUA BARAT DENGAN METODE EMPIRIS MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A DI PUSAT HIDRO-OSEANOGRAFI TNI ANGKATAN LAUT (PUSHIDROSAL) JAKARTA UTARA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27601-200341100007-ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA#200341100007#ILMU KELAUTAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27601-200341100007-ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA#200341100007#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB)

Abstract

Peta laut Indonesia adalah peta khusus yang dibuat untuk memberikan
informasi tentang apapun yang ada di perairan dan bertujuan untuk keselamatan
navigasi pelayaran. Informasi yang dapat dilihat dari peta laut dapat berupa
kedalaman laut, jenis dasar laut, karakteristik pantai, tanda bahaya, dan sarana
bantu untuk navigasi pelayaran. Keberadaan peta laut sangat diperlukan bagi para
pelaut yang melakukan pelayaran agar terhindar dari hal-hal buruk dalam
pelayaran (Yosidian et al., 2017).
Batimetri merupakan ukuran tinggi dan rendahnya dasar laut. Infomasi
mengenai batimetri dapat disajikan dalam bentuk peta batimetri yang dapat
digunakan sebagai penentuan alur pelayaran, perencanaan pembangunan di
sekitar pantai, penggelaran kabel di dasar laut, penentuan area labuh jangkar dan
sebagainya. Informasi kedalaman laut dapat diperoleh dengan metode akustik dan
penginderaan jauh. Metode akustik merupakan proses mendeteksi objek di dasar
laut dengan memanfaatkan proses rambatan suara, karakteristik suara, faktor
lingkungan dan kondisi target. Sedangkan metode penginderaan jauh merupakan
pengambilan data kedalaman laut dengan menggunakan bantuan satelit (Anzari
et al., 2017).
Penginderaan jauh atau inderaja merupakan ilmu yang digunakan untuk
memperoleh informasi mengenai objek, area maupun fenomena melalui proses
analisa data yang telah diperoleh dari alat tanpa kontak langsung dengan objek,
area maupun fenomena yang akan dikaji. Teknologi penginderaan jauh memiliki
kelebihan dapat memberikan data spesifik yang tidak dimiliki oleh sumber data
lainnya. Data spesifik yang dimaksud adalah spesifikasi data antara daratan
dengan lautan sehingga dapat diidentifikasi dalam waktu yang relatif singkat.
Pengumpulan data dengan menggunakan bantuan citra satelit dapat dilakukan
dengan lebih cepat, hemat biaya dan pengumpulan data pada medan yang sulit
tetap dapat dilakukan (Nugraha et al., 2017).
Salah satu cara perolehan data batimetri dengan teknologi penginderaan jauh
adalah dengan metode SDB (Satellite Derrived Bathymetry). Analisa data batimetri
dengan metode SDB dapat menganalisa suatu wilayah perairan tanpa harus pergi
ke lapang karena sumber datanya didapatkan dari website yang menyediakan data citra satelit dan dapat diolah di komputer. Metode hanya dapat dilakukan
untuk menganalisa wilayah perairan yang dangkal karena metode ini
mengandalkan kualitas dari citra satelit dan juga kondisi dari perairan yang diteliti
(Ihlas et al., 2018).
Satellite Derived Bathymetry (SDB) memiliki peran penting dalam hal
monitoring dan pengukuran garis pantai pada cakupan area yang cukup luas. SDB
juga dapat mengakselerasi pembaruan peta laut pada wilayah yang tidak dapat
dijangkau oleh kapal survei. Dengan adanya teknologi SDB, data batimetri yang
dihasilkan dapat dijadikan sebagai referensi perundingan perbatasan atau
delimitasi maritim. Data SDB juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam
perencanaan operasi survey dikarenakan data tersebut berkemungkinan dapat
menggambarkan kondisi lapang sebelum datang secara langsung sehingga
perencanaannya lebih presisi (Pushidrosal, 2019).
Pulau Pulau Ayu merupakan kumpulan dari beberapa pulau yang terletak di
sebelah utara Pulau Waigeo, Papua. Beberapa pulau yang terdapat pada Pulau
Pulau Ayu ini antara lain Pulau Ayu, Pulau Moesbekwan, Pulau Rutum, Pulau Raja
Ampat, Pulau Reni, dan Pulau Kanobe. Pulau ini memiliki keunikan apabila dilihat
melalui citra satelit karena Pulau-Pulau Ayu dikelilingi oleh perairan dangkal yang
diwakilkan dengan warna biru muda. Selain itu, perairan pada Pulau-Pulau Ayu ini
dihiasi oleh adanya karang tepi yang terdapat di dasar perairannya (Sagai et al.,
2017).
Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL bertugas untuk menyelenggarakan operasi
survei pemetaan Hidro-Oseanografi militer maupun nasional yang meliputi survei,
penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan
navigasi pelayaran serta menyiapkan data (Pushidrosal, 2018). Berdasarkan tugas
pokok dan fungsi tersebut, Pusat Hidro-Oseanografi TNI-AL berperan penting
dalam penyediaan data yang dibutuhkan dalam penentuan kedalaman perairan
dangkal pada suatu wilayah.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ARMITHA NASYWA AZ ZAHRA
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PULAU AYU
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:23
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18449

Actions (login required)

View Item
View Item