TRUNOJOYO-KP-27594-200341100069-Ferina Hari Susanti#200341100069#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Ikan kerapu ialah salah satu komoditas yang bernilai unggul di
sektor budidaya perikanan. Ikan kerapu pada sektor budidaya bersifat
Export Oriented karena memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki
pertumbuhan yang cepat (Rahmaningsih dan Ari 2013). Menurut
pernyataan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2019
pada Kepulauan Anambas melaksanakan ekspor ikan kerapu sebesar
291,2 ton dengan nilai jual 22,38 milyar dan pada tahun 2020
melaksanakan ekspor ikan kerapu sebesar 53,2 ton dengan nilai jual 3,8
milyar rupiah. Ikan kerapu cantang ialah salah satu jenis ikan yang memiliki
nilai ekonomis yang tinggi. ikan kerapu cantang juga disebut sebagai ikan
yang menjanjikan dalam sektor budidaya. Hasil budidaya dari ikan kerapu
cantang banyak diekspor ke negara lain seperti Hongkong, Jepang,
Singapura dan Cina sehingga menjadikan ikan kerapu cantang menjadi
komoditas penting dan bernilai ekonomis yang tinggi (Dedi 2018).
Ikan kerapu cantang ialah jenis ikan yang dihasilkan dari
persilangan atau hibridisasi dari ikan kerapu macan dan ikan kerapu
kertang. Perkawinan silang antara ikan kerapu macan dan ikan kerapu
kertang dilakukan untuk menghasilkan varietas baru yang unggul. Ikan
kerapu hasil persilangan tersebut mempunyai banyak keunggulan seperti
pertumbuhan yang cenderung lebih cepat, kekebalan terhadap penyakit
lebih tinggi, dan dapat hidup di lingkungan yang kurang memenuhi syarat
seperti di ruangan yang terbatas (Folnuari et al., 2017).
Kegiatan budidaya ikan kerapu cantang salah satunya dipengaruhi
oleh kualitas air yang digunakan. Kualitas air merupakan indikator yang
menunjang keberhasilan pada kegiatan budidaya ikan kerapu cantang
karena air menjadi media pokok untuk proses bertunbuh dan
berkembangnya ikan. Proses penyesuaian diri dengan lingkungannya, ikan
mempunyai nilai toleransi dan nilai ketahanan hidup pada perubahan
lingkungan di kondisi tertentu. Manajemen kualitas air menjadi salah satu
bentuk dari usaha yang dilakukan untuk meningkatkan proses produksi
budidaya ikan (Scabra dan Setyowati 2019).
Pentingnya manajemen kualtas air dalam kegiatan budidaya ikan
kerapu cantang menjadi latar belakang dilakukannya kegiatan praktik kerja lapang (PKL) di Instalasi Budidaya Laut Boncong, Tuban. Manajemen
kualitas air yang baik dapat meningkatkan nilai dari kelangsungan hidup
dari kegiatan budidaya ikan kerapu cantang. Ikan kerapu cantang
merupakan salah satu komoditas unggul yang dibudidayakan di Instalasi
Budidaya Laut Boncong, Tuban yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Ferina Hari Susanti |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN KERAPU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:21 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18435 |
