TRUNOJOYO-KP-27593-200331100094-Firdaus Yoga Wibowo_200331100094_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kopi merupakan salah satu hasil tanaman dalam industri perkebunan yang
dibutuhkan masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia, produksi kopi memiliki
nilai ekspor yang cukup tinggi. Indonesia merupakan negara keempat dunia
untuk ekspor dan produsen kopi, setelah Brazil, Kolombia, dan Vietnam. Di
Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis kopi, diantaranya orang Indonesia
menanam kopi Arabica dan Robusta secara besar-besaran (Raysyah et al.,
2021).
Adithia dan Jaya (2021), menjelaskan pada tahun 2016/2017, konsumsi
kopi di Indonesia oleh konsumen kopi mencapai 4,6 juta kemasan 60 kg/lb (60
kg), dan ditahun 2020 jumlah konsumsi kopi meningkat menjadi 5 juta. Data ini
menunjukkan bahwa kopi sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Minum
kopi telah menjadi sebuah tradisi yang dijadikan sebagai perayaan nilai-nilai
kebersamaan dan persatuan antar masyarakat Indonesia. Awalnya, minum kopi
adalah sebuah tradisi, namun seiring waktu, hal ini berkembang menjadi peluang
bisnis dengan munculnya kedai kopi. Kedai kopi menjadi tempat yang terkait
dengan berbagai aktivitas sehari-hari seperti bekerja, hiburan, dan interaksi
sosial bagi para pecinta kopi.
Mesin merupakan komponen yang sangat penting bagi suatu usaha karena
memegang peranan yang krusial dalam produksi. Dalam dunia bisnis, mesin
telah menjadi tulang punggung yang tak tergantikan dalam berbagai sektor.
Dalam konteks produksi, mesin tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga
menjadi kekuatan penggerak yang membantu pekerja menghasilkan barang
dengan tingkat efisiensi dan kecepatan yang tinggi. Penggunaan mesin dalam
proses produksi membawa sejumlah keuntungan yang signifikan. Pertama,
mesin memungkinkan otomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan
secara manual, mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia dan
meningkatkan tingkat akurasi serta konsistensi dalam menghasilkan barang.
Kedua, mesin juga mampu meningkatkan kecepatan produksi secara drastis. Hal
ini tidak hanya membantu memenuhi permintaan pasar yang tinggi, tetapi juga
mengurangi waktu tunggu bagi konsumen. Selain itu, mesin juga dapat
meningkatkan kapasitas produksi secara keseluruhan (Hidayat et al., 2023). Mesin dan peralatan digunakan hampir diseluruh proses produksi industri.
Semakin sering suatu mesin dioperasikan untuk memenuhi pesanan konsumen,
terkadang melebihi kapasitas, hal tersebut dapat mempengaruhi efisiensi mesin
yang mengakibatkan memperpendek umur mesin dan seringkali membutuhkan
sperpat untuk mengganti komponen yang rusak. Apabila terjadi kerusakan pada
mesin atau peralatan, hal tersebut akan menyebabkan gangguan pada proses
produksi. Salah satu tantangan di industri adalah bagaimana menjalankan mesin
proses produksi dengan efisiensi dan efektivitas yang maksimal, untuk
mencegah terjadinya cacat pada produk (Afriyadi dan Gunawan, 2022).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FIRDAUS YOGA WIBOWO |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KOPI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:20 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18434 |
