BUDIDAYA TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L) SECARA ORGANIK DI L’S FARM DESA KETAPANRAME KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO

HALIMATUS SAKDIYAH (2023) BUDIDAYA TANAMAN BAYAM CABUT (Amaranthus tricolor L) SECARA ORGANIK DI L’S FARM DESA KETAPANRAME KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27590-200311100037-Halimatus Sakdiyah_200311100037_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27590-200311100037-Halimatus Sakdiyah_200311100037_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya
bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu subsektor yang berkontribusi tinggi
ialah subsektor holtikultura (Eprianda, 2017). Holtikultura merupakan ilmu yang
mempelajari budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, bunga atau tanaman hias.
Melalui sub sektor holtikultura langkah optimal yang dapat dilakukan untuk
mengembangkan sektor pertanian yaitu dengan mengembangkan komoditas
holtikulturanya seperti sayuran secara organik. Bayam (Amaranthus tricolor L.)
termasuk tanaman holtikultura jenis sayuran yang memiliki kandungan mineral,
vitamin, dan fitonutrien yang tinggi (Rahayu et al. 2013). Bayam juga mengandung
zat besi, protein, karbohidrat, dan serat yang cukup sehingga dapat memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat dan banyak disukai berbagai golongan usia (Rukmana
2008). Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman bayam yaitu penggunaan
pupuk anorganik dan pestisida anorganik, bahan-bahan kimia yang terkandung
akan memiliki efek samping terhadap kesehatan produsen dan konsumennyaa.
Selain itu penggunaan bahan kimia juga dapat mencemari lingkungan. Oleh karena
itu dalam kegiatan budidaya baiknya mengurangi atau tidak menggunakan bahan
kimia untuk menjaga keselamat produsen dan konsumen, serta agar lingkungan
tetap terjaga kelestariannya. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang
mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman
dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional
attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi
konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia
meningkat pesat (Galeriukm 2011).
Memenuhi gaya hidup sehat melalui mengkonsumsi sayuran bayam maka
perlu diusahakan budidaya tanaman secara organik. Budidaya bayam secara
organik bertujuan agar produk yang dihasilkan lebih bermutu, baik kualitas
maupun kuantitas. Oleh karena itu, penyusunan laporan Praktik Kerja Lapang
lebih dititikberatkan pada pembahasan tentang teknik budidaya bayam merah
secara organik.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
HALIMATUS SAKDIYAH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BAYAM
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:20
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18428

Actions (login required)

View Item
View Item