TRUNOJOYO-KP-27587-200341100005-Faraidhya Intan Yulitasari#200341100005#Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Madura merupakan salah satu pulau dengan produktivitas garam terbesar di
Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan stok garam nasional yang paling besar
dihasilkan dari masyarakat Madura (Zainuri et al., 2016). Kabupaten Sumenep
adalah salah satu kabupaten penghasil garam terbesar di Jawa Timur yang
berada di Pulau Madura. Kontribusi produksi garam di Kabupaten Sumenep
mencapai 11% produksi garam di Jawa Timur. Kecamatan Kalianget merupakan
salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep dengan produksi garam terbesar.
Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2020 dalam (Elwany
et al., 2022), Produksi garam di Kecamatan Kalianget mencapai 30% dari total
produksi garam di Kabupaten Sumenep. Industri garam berfungsi sebagai
penggerak ekonomi yang signifikan dengan menyediakan sumber pekerjaan
utama bagi masyarakat pesisir dan berfungsi sebagai sarana pengentasan
kemiskinan (Astutik et al., 2019)
Produktivitas tertinggi pada usaha garam berasal dari Pulau Madura, akan
tetapi produksi garam masih mengalami kendala. Usaha pegaraman di Pulau
Madura menggunakan metode solar evaporation. Metode ini bergantung pada
iklim, Dengan tidak adanya sinar matahari, kristalisasi air laut terhambat dan
produksi terhambat (Ihsannudin et al., 2018). Produksi garam yang dihasilkan
tidak sebanding dengan jumlah konsumsi garam, menyebabkan impor garam
masih dilakukan. Penyebab rendahnya kuantitas dan kualitas garam yaitu
bergantung pada iklim, Harga jual yang rendah, teknologi yang kurang memadai,
sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta masih terkendalinya distribusi
garam oleh para pedagang merupakan tantangan yang perlu diperhatikan.
(Elwany et al., 2022)
Teknologi produksi garam di Kabupaten Sumenep menggunakan metode
tradisional, portugis dan geomembran. Perbedaan teknik ini menghasilkan
kualitas serta kuantitas garam yang berbeda. Indikator utama yang dibutuhkan
untuk menentukan kualitas garam yaitu mengetahui kadar NaCl. Menurut
Standar Nasional Indonesia (SNI), kualitas garam konsumsi diukur berdasarkan
kandungan NaCl minimal sebesar 94,7%, yang termasuk dalam kisaran kualitas baik.(Zainuri et al., 2016). Kuantitas garam garam dapat menjadikan penentu
kesejahteraan ekonomi masyrakat yaitu dengan adanya peningkatan pendapatan
petambak garam (Perairan et al., 2022)
Tujuan dari kegiatan praktik kerja lapang (PKL) pada PT. Garam yaitu
mengetahui kualitas serta kuantitas yang dihasilkan pada tambak Pegaraman
Sumenep I dan Pegaraman Sumenep II dalam 5 Tahun Terakhir. Perbandingan
data periodik juga dibutuhkan untuk mengetahui produktivitas terbaik.
Perbandingan kualitas garam dengan Strandart Nasional Indonesia diperlukan
untuk mengetahui kadar mineral yang terkandung pada garam tersebut.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Fara’idhya Intan Yulitasari |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GARAM |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:19 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18425 |
