PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUM MERAH DI IP2TP CUKURGONDANG

NANDA AMALIA PUTRI (2023) PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUM MERAH DI IP2TP CUKURGONDANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27578-200311100015-Nanda Amalia Putri_200311100015_Laporan Praktik Kerja Lapang.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27578-200311100015-Nanda Amalia Putri_200311100015_Laporan Praktik Kerja Lapang.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Buah mangga merupakan salah satu buah yang diakui oleh dunia karena
mangga memiliki warna menarik, rasa enak, aroma eksotik, kaya nutrisi,
sebagai sumber karoten yang tinggi, mengandung asam askorbat dan senyawa
fenolik. IP2TP Cukurgondang menghasilkan sebanyak 16 varietas unggul yang
telah terdaftar di Kementerian Pertanian. Beberapa varietas yang telah terdaftar
tersebut, salah satunya adalah Arum Merah. Mangga varietas Arum Merah
memiliki peluang pasar cukup besar, pedagang/eksportir buah berharap ada
kawasan pengembangan mangga Arum Merah yang dapat mensuplai pasokan
buah untuk memenuhi pasar modern atau ekspor. Varietas unggul ini telah
beradaptasi baik di dataran rendah kering di kabupaten Situbondo dan
kabupaten Pasuruan. Dengan terdaftarnya mangga Arum Merah sebagai
varietas unggul, maka akan segera dilakukan pengembangan yang diharapkan
bisa memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor yang menghendaki
buah dengan ukuran sedang-besar, kulit buah berwarna merah/menarik dan
bercita rasa manis.
Dalam mengembangkan produksi mangga ada dua cara yaitu dengan cara
generatif dan vegetatif, di IP2TP Cukurgondang melakukan perbanyakan
dengan cara keduanya. Perbanyakan secara generatif merupakan perbanyakan
menggunakan biji. Perbanyakan generatif digunakan untuk menghasilkan batang bawah yang kemudian disambung dengan batang atas varietas mangga
yang lebih unggul. Sedangkan perbanyakan vegetatif pada mangga dilakukan
secara grafting (penyambungan pucuk). Sambung pucuk merupakan teknik
perbanyakan vegetatif yang dilakukan sedini mungkin pada kondisi batang
bawah yang masih kecil (Maulana et al., 2020). Tanaman hasil perbanyakan
secara vegetatif akan menghasilkan benih unggul dan akan berbuah sesuai
dengan induknya.
Keuntungan dari teknik sambung pucuk diantaranya memperoleh tanaman
unggul baik dari segi kualitas yakni segi perakaran dan juga segi produksinya
hal itu dikarenakan gabungan kedua tanaman yang telah terkombinasi tersebut
berasal dari tanaman terpilih keunggulannya selain itu setelah dilakukan
penyambungan maka akan mendapatkan tanaman yang berbunga dan berbuah
dalam waktu singkat atau biasa disebut tanaman berumur genjah serta
dihasilkan tanaman yang sifat buahnya sama dengan induknya dan melakukan
proporsi tanaman yang dapat diatur agar tanaman memberikan hasil yang lebih
baik (Nova, 2020). Cara perbanyakan secara penyambungan lebih disukai dan
akan memberikan angka keberhasilan yang lebih tinggi, yaitu di atas 90% jika
dibandingkan dengan penempelan. Oleh sebab itu, dengan penempatan
mahasiswa PKL di IP2TP Cukurgondang ini diharapkan dapat menambah
keterampilan mahasiswa mengenai teknik grafting pada tanaman mangga
varietas Arum Merah dan pengaruh penggunaan batang bawah mangga varietas
Madu dalam keberhasilan teknik grafting tersebut.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
NANDA AMALIA PUTRI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords MANGGA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18407

Actions (login required)

View Item
View Item