TEKNIK PEMIJAHAN DAN PEMELIHARAAN LARVA BENIH IKAN BADUT (Premnas Biaculeatus) PADA HATCHERY BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT, SEKOTONG BARAT, NUSA TENGGARA BARAT.

MOH.AINUR ROFIQ (2023) TEKNIK PEMIJAHAN DAN PEMELIHARAAN LARVA BENIH IKAN BADUT (Premnas Biaculeatus) PADA HATCHERY BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT, SEKOTONG BARAT, NUSA TENGGARA BARAT. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27577-200341100074-Laporan_PKL_Moh.Ainur_Rofiq_20034110007.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27577-200341100074-Laporan_PKL_Moh.Ainur_Rofiq_20034110007.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Keanekaragaman hayati adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan
bentuk kehidupan yang kaya dan beragam di dunia. Sebagai negara kepulauan
dan negara maritim terbesar Indonesia memiliki beberapa tingkat
keanekaragaman hayati Laut tertinggi di Dunia. Indonesia mempunyai berbagai
jenis İkan yang menarik dan tidak menarik, ikan yang memiliki bentuk dan jenis
yang bagus biasanya dijadikan sebagai ikan hias, sebagai salah satu
pemanfaatan budidaya ikan hias di Indonesia (Oktavianti et al., 2021)
İkan badut merupakan salah satu ikan hias yang banyak diminati, karena
memiliki warna yang menarik, unik, corak yang cantik, dan mudah
dibudidayakan. Premnas biaculeatus merupakan ikan badut yang sangat umum
dikenal. İkan badut mempunyai corak warna dasar dengan kombinasi merah
putih, merah hitam, dan hitam kuning. Corak warna dan variasi kombinasi
kombinasi warna dijadikan sebagai ciri dalam identifikasi jenis ikan badut.
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia baru
menguasai 6,95% perdagangan ikan hias dunia hingga tahun 2011 setelah
Republik Ceko, Thailand, Jepang, dan Singapura (Darmawan, 2014). Maka dari
itu budidaya ikan badut dapat meningkatkan perekonomian para pembudidaya,
karena beberapa ikan hias yang langka ditemukan memiliki nilai jual yang tinggi.
Saat ini budidaya ikan hias yang berkembang hanya ikan hias air tawar. Namun,
untuk budidaya ikan hias air laut masih belum berkembang. Ketersediaan
prodüksi ikan hias air laut di Indonesia selama ini sebagian beşar hanya dari
hasil tangkapan di alam.
Selama ini, budidaya ikan badut hanya dilakukan di sekitar pesisir pantai
dengan sumber air laut yang cukup melimpah, pergantian air sampai 300% per
hari karena sistem pengelolaan air laut yang mengalir tanpa treatment. Air laut
yang maşuk langsung dikeluarkan ke laut kembali, sehingga budidaya ikan
badut tidak memungkinkan untuk dilakukan jauh dari pesisir pantai. Namun,
dengan perkembangan teknik budidaya hal tersebut tidak menjadikan masalah.
Pada zaman modern ini budidaya ikan hias air laut tidak hanya dapat dilakukan
di pesisir pantai atau berlokasi dekat dengan laut. Namun, budidaya berbasis In
Land Aquaculture sudah dapat dilakukan dimana budidaya ikan air laut juga
dapat dilakukan di tempat yang jauh dari pesisir pantai dengan penerapan sistem resirkulasi pada budidaya ikan air laut khususnya ikan badut (Handika et
al., 2010).
Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok merupakan salah satu
instansi yang melakukan kegiatan pemijahan ikan hias air laut di Pulau Lombok.
BPBL memiliki standar operasional prosedur dalam manajemen kualitas air
untuk media budidaya. Oleh karena itu, perlu dilakukannya Praktik Kerja
Lapangan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok, untuk mengetahui
teknik pemijahan ikan hias air laut yaitu ikan badut (Premnas biaculeatus) yang
unggul.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MOH.AINUR ROFIQ
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords IKAN BADUT
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:16
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18405

Actions (login required)

View Item
View Item