TRUNOJOYO-KP-27571-200311100124-Syukur Toha Prasetyo_200311100124_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Melon (Cucumis melo L) merupakan buah yang disukai masyarakat karena
rasanya yang manis dan menyegarkan. Tanaman melon memiliki buah berbentuk
bulat dengan daging buah berwarna hijau muda ataupun keorenan. Buah yang
dihasilkan dari tanaman ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain itu, buah
melon memiliki berbagai kandungan seperti air, protein, lemak, karbohidrat, serat,
abu, dan vitamin. Pada 100 g buah melon terdapat 21 kalori, karbohidrat 5,1 g,
protein 0,6 g, lemak 0,1 g, beberapa vitamin serta mineral. Kandungan tersebut
menjadikan buah melon sebagai sumber energi dan diperlukan untuk tumbuh
(Carsidi et al., 2021).
Berdasarkan data BPS Jawa Timur (2021), pada tahun 2020 terjadi
penurunan luas lahan tanaman melon. Tahun 2019 luas lahan tanaman melon
sebesar 3.781 ha dan mengalami penurunan pada tahun 2020 dengan sisa lahan
3.154 ha. Penurunan luas lahan tanaman melon tentunya menyebabkan penurunan
produktivitas dan hasil panen. Nora et al. (2020) menyatakan bahwa konsumsi
melon di Indonesia pada 5 tahun terakhir ± 332.370.792 ton/tahun. Sedangkan
produksi melon pada 2017, 2018, dan 2019 hanya sebesar 92.434 ton, 118.708 ton,
dan 122.105 ton. Besarnya produksi melon pada tahun tersebut belum bisa
mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia. Sehingga perlu adanya upaya
peningkatan produksi, salah satunya yaitu dengan memperhatikan kebutuhan air
pada tanaman melon (Harti et al., 2021).
Kebutuhan dan ketersediaan air merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman. Faktor ini termasuk dalam
faktor produksi yang juga dapat beralih sebagai faktor pembatas jika tidak
terpenuhi dengan baik. Selain itu pengaturan volume irigasi juga berdampak pada
pertumbuhan tanaman melon yang meliputi tinggi tanaman, luas daun, dan bobot
biomasa (Carsidi et al., 2021). Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberian air
secara efektif dan efisien dengan disesuaikan kebutuhan tanaman melon. Sistem yang cocok diaplikasikan pada permasalahan ini yaitu irigasi tetes atau drip
irrigation.
Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang memngalirkan air pada tanaman
dalam bentuk tetesan. Metode pemberian air disesuaikan denagn penggunaan air
tanaman dicocokkan dengan penggunaan air tanaman melon. Sehingga proses
kehilangan air akibat perkolasi, aliran permukaan, dan evaporasi dapat
diminimalisir. Irigasi tetes bekerja dengan mengalirkan air secara lambat melalui
selang atau pipa guna memenuhi kebutuhan air pada tanaman (Carsidi et al., 2021).
Pada sistem tersebut juga dapat dicampur dengan penambahan nutrisi atau pupuk
pada tanaman melon. Sehingga diperoleh pemakaian air yang efektif dan efisien
pada proses budidaya (Nora et al., 2020).
Budidaya tanaman melon dengan sistem irigasi tetes dapat dimaksimalkan
dengan menerapkan sistem hidroponik. Menurut Nora et al. (2020), sistem
budidaya hidroponik mampu meningkatkan hasil tanaman persatuan luas hingga
sepuluh kali daripada hasil dari budidaya konvensional. Selain itu, media tumbuh
juga berpengaruh terhadap produktivitas tanaman melon. Media tumbuh yang baik
ialah media dengan bahan organik yang memiliki karakteristik remah. Hal ini
menyebabkan udara, air, dan akar dapat masuk serta dapat mengikat air. Contoh
media hidroponik yanga dapat digunakan ialah arang sekam dan cocopeat. Sebuah
penelitian menyebutkan, penggunaan media tersebut menghasilkan kandungan
gula total yang tinggi pada buah melon (Carsidi et al., 2021).
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik mengkaji tentang teknik
budidaya melon hidroponik yang menerapkan drip irrigation berbasis IoT
(Internet of Things). Sebagai upaya merealisasikan hal tersebut, penulis melakukan
Praktik Kerja Lapang (PKL) di P4S Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan
tersebut diyakini dapat bermanfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan pihak
P4S Bumiaji.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SYUKUR TOHA PRASETYO |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | IRIGASI TETES |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:15 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18395 |
