TRUNOJOYO-KP-27567-200341100039-Linda Indriyani#200341100039#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Pulau Sempu merupakan sebuah pulau kecil dengan memiliki luas 877 hektar.
Selat sempu ini terletak perbatasan dengan daerah sendang biru dan samudera
hindia dibagian selatan. Pulau sempu sendiri berfungsi sebagai pemecah ombak
alami dikarenakan perbatasan langsung dengan samudera hindia yang dikenal
dengan ombaknya yang cukup besar. Kawasan selat sempu merupakan pasar
ekonomi yang besar khususnya pada hasil perikanan laut dan kawasan yang
digunakan kapal – kapal untuk bersandar. Selat sempu merupakan tempat mata
pencaharian bagi warga lokal seperti nelayan karena banyaknya potensi kelautan
yang berada dikawasan tersebut (Andrimida dan Fauzul, 2022).
Kawasan selat sempu memiliki tiga komponen yang menyusun ekosistem
pesisir itu sendiri yang meliputi ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan
ekosistem terumbu karang. Ketiga ekosistem saling berkaitan satu sama lain dan
apabila semua ekosistem tersebut dapat berkontribusi secara baik maka Kawasan
pesisir dapat tumbuh secara produktif dan berkembang secaa baik. Ekosistem
yang sangat menonjol dalam fungsi fisik dan biologis dalam Kawasan pesisir
adalah ekosistem lamum. Ekosistem lamun memiliki peran yang cukup besar
dalam Kawasan pesisir dikarenakan berhubungan dengan aktivitas masyarakat
pesisir yaitu dibidang peternakan, ekonomi, dan pelabuhan. Ekosistem lamun
dapat rusak apabila aktivitas manusia yang dapat mengganggu komunitas lamun
yang berfungsi sebagai penunjang pada kawasan pesisir (Isdianto et al., 2022).
Lamun mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam ekologi sebagai tempat
hidup biota lain yang meliputi biota ikan, hewan tidak bertulang belakang,
gastropoda, dan epifit yang menepel pada bagian daun lamun. Lamun merupakan
tumbuhan berbiiji yang mengalami pembuahan ganda dan mampu menciptakan
padang lamun. Tumbuhan lamun struktur yang meliputi akar, rhizoma, buah,
bunga, dan daun serta lamun merupakan tumbuhan monokotil yang artinya
tumbuhan yang memiliki satu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik
pengambilan data persentase penutupan lamun di kawasan perairan selat sempu
UPT PPP Pondokdadap Malang. Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan
Pantai Pondokdadap malang memiliki kewenangan untuk melakukan tugas teknis
pada bagian pelayanan teknis Pelabuhan, pelayanan usaha dan tata kelola, dan
pelayanan masyarakat. Wilayah UPT PPP Pondokdadap memiliki berbagai ekosistem yang meliputi ekosistem lamun, ekosistem terumbu karang, dan
ekosistem mangrove (Syukur, 2015).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Linda Indriyani |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SELAT SEMPU |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18390 |
