TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Abstrack 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Abstrack 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Cover 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (475kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (97kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (178kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (115kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (158kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Reference.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (151kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-5494-090311100054_Apendic 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (874kB)
Abstract
Mulsa adalah bahan yang dihamparkan di permukaan tanah dengan
maksud untuk menjaga kelembaban tanah, memelihara kandungan bahan organik
serta menekan pertumbuhan gulma dan memperkecil kehilangan air. Pupuk
kotoran ayam adalah pupuk organik hasil fermentasi kotoran padat dan cair
(urine) ternak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian
macam mulsa dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman mentimun serta untuk mengetahui interaksi antara pemberian macam
mulsa dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman
mentimun lokal Madura.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2013 - Mei 2013. Tempat
penelitian di Desa Mantajun Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Penelitian
menggunakan Metode Rancangan Acak kelompok (RAK) Faktorial. Faktor
pertama adalah pemberian mulsa yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa mulsa
(M0), mulsa jerami (M
1), mulsa plastik hitam (M2), sedangkan faktor yang kedua
adalah dosis pupuk organik yaitu pupuk kotoran ayam yang terdiri dari 3 taraf
yaitu tanpa pupuk organik (P
0
), pupuk kotoran ayam 10 ton/Ha (P1
), dan pupuk
kotoran ayam 20 ton/Ha (P2).
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara
perlakuan pemberian mulsa dan dosis pupuk kotoran ayam terhadap panjang
tanaman pada umur 1 minggu setelah tanam (MST). Perlakuan pemberian mulsa
tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada parameter hasil tanaman
mentimun, sedangkan perlakuan dosis pupuk kotoran ayam memberikan
pengaruh sangat berbeda nyata pada jumlah bunga, bobot buah, diameter buah,
panjang buah dan jumlah buah
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MASNA |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Mulch, fertilizer chicken manure, cucumber. |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 11:39 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:44 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/1839 |
