TRUNOJOYO-KP-27566-200331100046-Munawaroh_200331100046_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (785kB)
Abstract
Tanaman cengkeh memiliki bagian ciri masing-masing
diantaranya pada jenis daun berbentuk tunggal dimana tangkai tersebut
tebal dan teksturnya kaku. Bagian bunga cengkeh yang masih muda
berwarna hijau keunguan dan ketika sudah tua berwarna coklat
mengkilat. Minyak cengkeh merupakan minyak dari hasil proses
penyulingan daun dan batang pohon cengkeh. Daun dan batang
tersebut banyak mengandung euguanol yang dapat diolah menjadi
minyak atsiri cengkeh (Unyanto dan Nugroho, 2016). Minyak cengkeh
merupakan minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman cengkeh
(Eugenia caryophyllata Thunb). Minyak atsiri ini dapat diperoleh dari
bunga, batang, dan daun tanaman cengkeh. Kualitas minyak dari daun
cengkeh mengandung eugenol dan kualitas tersebut ditentukan oleh
eugenol (Guenther, 1987; Widayat dkk, 2012).
Berdasarkan hal tersebut di Perkebunan PT. Tjandi Sewu ini
memanfaatkan daun cengkeh sebagai minyak atsiri, karena bagian
daun cengkeh ini masih belum banyak yang mengetahui bahwa daun tersebut bisa dijadikan minyak dan pada umumnya yang diketahu ialah
pada bunga cengkehnya. Banyaknya manfaat pada tanaman cengkeh
sehingga muncul beragam produk turunan dari tanaman tersebut. Salah
satu produk turunan dari tanaman cengkeh yaitu minyak atsiri. Bahan
yang digunakan untuk membuat minyak atsiri pada Perkebunan PT.
Tjandi Sewu Baru adalah daun cengkeh. Minyak atsiri daun cengkeh
memiliki banyak manfaat diantaranya dapat digunakan sebagai
antibakteri, antiinsektisida, dan antioksidan. Hasil minyak atsiri dapat
diambil dari kualitas daun cengkeh tua dan berguguran di bawah pohon
dengan kandungan minyak sebanyak 1-4%. Potensi daun cengkeh
yang gugur biasanya diperkirakan 2.368.043 ton, untuk tahun 455.393
hektar lahan dengan rendemen minyak sebanyak 2-3%. (Bangkit dkk,
2012).
Hasil industri pembuatan minyak atsiri daun cenkeh pada
umumnya juga mengahsilkan limbah berupa padatan, cairan dan gas.
Masalah yang timbul dari industri Perkebunanan PT. Tjandi Sewu ini
adalah mengenai kurangnya penanganan limbah baik limbah padat,
cair, maupun gas. Awal mulanya di Perkebunan PT. Tjandi Sewu baru
ini banyak limbah padat daun cengkeh bertumpukan di bawah bak
penyulingan sehingga kurang atau sempitnya tempat daun cengkeh
yang masih baru sebelum dilakukan penyulingan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUNAWAROH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | MINYAK ATSIRI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18388 |
