TRUNOJOYO-KP-27564-200341100056-Rania Amanda Fauzi_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Disetiap perairan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda setiap
daerah, karena disebabkan oleh beberapa hal seperti disebabkan oleh letak
lintang geografisnya maupun pengaruh skala regional dalam perairan baik
secara fisika, kimia, maupun biologi (Heriati et al., 2015). Pada daerah perairan
yang sempit seperti selat memiliki distribusi massa air yang dipengaruhi oleh
faktor fisika dan faktor kimia yang saling berhubungan. Faktor fisika pada
persebaran massa air yaitu gelombang, arus, pasang surut, angin, suhu, dan
salinitas. Sebaran massa air di perairan akan mempengaruhi faktor kimia seperti
pH dan oksigen terlarut (DO). Sebaran massa air akan berdampak pada tinggi
rendahnya senyawa yang terkandung didalamnya yang dapat menyebabkan
menurunnya kualitas perairan dan membahayakan biota laut salah satunya
ortofosfat. Kegiatan penduduk yang ada di pulau Bangka Belitung dan
Kalimantan ini dapat berdampak pada parameter klorofil-a dan nutrien yang
masuk ke perairan, selain aktivitas manusia sungai-sungai yang mengandung
sedimen pada pulau Bangka Belitung dan Kalimantan juga dapat menyumbang
zat hara yang masuk ke perairan selat Karimata sehingga membawa nutrien
yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. (Putri., 2016).
Faktor hidro-oseanografi yang meliputi arus, gelombang dan pasang surut
sangat mempengaruhi kondisi perairan, parameter hidro-oseanografi seperti arus
laut berperan penting dalam distribusi klorofil-a. Arus merupakan perpindahan air
yang mengalir dari daerah tinggi ke daerah yang rendah. Arus memiliki
karakteristik dan pola yang terdiri dari jenis arus dominan, kecepatan arus, dan
pola arah pergerakan arus yang dapat menyebabkan kondisi perairan menjadi
dinamis (Tarhadi et al., 2014). Faktor yang mempengaruhi arus laut yaitu pasang
surut, densitas, gaya coriolis, dan angin (Garcia et al., 2022). Faktor yang
mempengaruhi arus laut dapat dibedakan sesuai dengan kedalamannya.
Gelombang laut, pasang surut, dan angin yang memiliki kecepatan tertentu
menjadi faktor bangkitnya arus diperairan dangkal sekitar kawasan pantai. Arus
yang dibangkitkan oleh pasang surut sebagai faktor gaya penggerak utama
sirkulasi massa air terjadi di daerah perairan semi tertutup yaitu selat dan teluk.
Arus yang dibangkitkan oleh angin pada umunya bersifat musiman pada bulan-
bulan tertentu seperti angin muson barat, angin muson timur, dan angin musin
tenggara. Arus yang disebabkan oleh angin memiliki sifat musiman dimana pada saat satu musim arus akan bergerak satu arah dengan tetap sedangkan pada
musim berikutnya akan mengalami perubahan arah sesai dengan arah angin
yang sedang terjadi (Tanto et al., 2017).
Selat Karimata terletak dibagian Barat Indonesia yang memisahkan
antara pulau Kalimantan dan Pulau Belitung (Harianto et al., 2018). Selat
Karimata apabila diukur dari Borneo hingga pulau Bangka Belitung memiliki
panjang 150 km. Selat Karimata memiliki kedalaman berkisar 10 sampai 40
meter. Selat ini menghubungkan Laut Natuna dan Laut Jawa sehingga memiliki
peran penting dalam jalur pelayaran (Masturah et al., 2014). Perairan selat
Karimata merupakan salah satu selat terbesar di indonesia. Perairan laut Cina
Selatan dengan Laut Jawa ini dihubungkan oleh selat Karimata dan diapit oleh
dua pulau yaitu pulau Kalimantan dan pulau Jawa (Mulyadi et al., 2015). Selat
Karimata memiliki potensi perikanan yang sangat melimpah sehingga
menjadikan selat Karimata merupakan daerah fishing ground yang berbatasan
langsung dengan perairan Malaysia (Harahap dan Yanuarsyah, 2012). Sebaran
klorofil-a di laut lebih tinggi konsentrasinya di perairan pantai dan pesisir dan
memiliki konsentrasi rendah di lepas pantai. Wilayah selat karimata merupakan
perairan yang menghubungkan beberapa perairan Indonesia antara lain Laut
Jawa, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan sehingga saat pergantian musim
konsentrasi klorofil-a tinggi terjadi diwilayah perairan Selatan Jawa hingga
perairan Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba dan Timor dan selmat karima.
Oleh karena itu, perlu diketahui pola pergerakan arus yang mempengaruhi
konsentrasi klorofil-a di wilayah Perairan Selat Karimata. Mengingat adanya
pergerakan arus yang terjadi di Selat Karimata yang dipengaruhi dari pergerakan
arus yang terjadi di Laut Jawa, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan (Pugeseh
dan J. Donny., 2011).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RANIA AMANDA FAUZI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SELAT KARIMATA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18385 |
