TRUNOJOYO-KP-27563-200351100028-FARAH GUSTIA JANA_200351100028_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Pelabuhan perikanan mempunyai tugas pokok yaitu memfasilitasi produksi
dan pemasaran hasil perikanan di wilayahnya, pengawasan dan pemanfaatan
sumberdaya ikan untuk pelestariannya dan kelancaran kegiatan kapal perikanan
serta pelayanan kesyahbandaran di pelabuhan perikanan. Berdasarkan
Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.08/MEN/2012 tentang
Kepelabuhan Perikanan dalam rangka melaksanakan kegiatan pelabuhan
perikanan memiliki dua fungsi yaitu fungsi pemerintahan dan fungsi
pengusahaan. Fungsi pemerintahan merupakan fungsi untuk melaksanakan
pengaturan, pembinaan, pengendalian, pengawasan serta keamanan dan
keselamatan operasional kapal perikanan di pelabuhan perikanan. Sedangkan
fungsi pengusahaan berupa penyediaan dan pelayanan jasa kapal perikanan
dan jasa terkait di pelabuhan perikanan. Pelabuhan perikanan sebagai pusat
ekonomi perikanan merupakan satu komponen penting dalam sistem perikanan
laut yang perlu dimanfaatkan, diorganisir dan dikelola dengan sebaik-baiknya.
Peran pelabuhan perikanan terhadap kapal-kapal penangkap ikan adalah terkait
dengan fungsinya sebagai tempat yang aman bagi kapal-kapal yang datang
untuk mendaratkan hasil tangkapannya di pelabuhan perikanan. Dalam hal ini,
pelabuhan harus menyiapkan dermaga, kolam pelabuhan dengan kedalaman
yang cukup agar kapal besar dapat bergerak leluasa. Pelabuhan perikanan
sangat berperan penting dalam penanganan hasil tangkapan yang didaratkan.
Proses penanganan merupakan suatu hal yang penting untuk hasil tangkapan ikan segar mulai saat ikan didaratkan di pelabuhan perikanan sampai selama
transportasi pendistribusian. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat
penanganan hasil tangkapan antara lain, pengontrolan suhu ikan selama
penanganan agar selalu dingin, penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat,
memperkecil sentuhan fisik secara langsung dengan ikan dan menghindari
sengatan langsung sinar matahari pada tubuh ikan dan memperkecil terjadinya
kontaminasi terhadap ikan (Lubis, 2011).
Faktor-faktor yang menjadi semakin pentingnya peran pelabuhan
perikanan karena luasnya perairan Indonesia dan besarnya potensi sumberdaya
ikan yang ada. Hal tersebut menuntut pelabuhan perikanan dapat berperan
penting sebagai pusat dan tukar-menukar informasi antar para pengguna di
pelabuhan. Salah satu permasalahan perikanan Indonesia adalah keterbatasan
data dan informasi yang dapat dijadikan rujukan perencanaan dan pengelolaan
sumberdaya perikanan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun
2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang
Perikanan pasal 46 ayat 2 menyatakan bahwa pemerintah daerah perlu
mengadakan pusat data dan informasi perikanan untuk menyelenggarakan
sistem informasi dan data statistik perikanan. Pemanfaatan data perikanan dapat
mempercepat pelaksanaan program pembangunan, tanpa data yang akurat
sebuah kebijakan atau program bisa salah sasaran dan akhirnya tidak
memberikan manfaat (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2019).
Pendataan hasil tangkapan merupakan salah satu hal yang berperan
penting dalam dunia perikanan tangkap. Dalam meningkatkan usaha
penangkapan ikan di Indonesia perlu untuk dikembangkan dan dioptimalkan
dengan melihat batas-batas kemampuan dan daya dukung dari potensi
sumberdaya ikan di suatu perairan. Data hasil tangkapan dibutuhkan dalam
kegiatan penangkapan ikan untuk digunakan sebagai dasar perencanaan,
pengembangan dan pengambilan keputusan atau kebijakan perikanan. Data
hasil tangkapan yang akurat dan tersedia secara berkelanjutan menjadi salah
satu pertimbangan dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan yang tepat dan
bijaksana. Ketersediaan data berguna untuk mengetahui potensi dan
pemanfaatan sumberdaya ikan pada suatu wilayah perairan, seberapa besar
hasil tangkapan yang didaratkan di suatu pelabuhan yang berasal dari satu atau
beberapa wilayah perairan Khairani et al., (2022). Pelabuhan perikanan sebagai infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah
dengan orientasi pelayanan kepada para pengguna pelabuhan guna
memperlancar kegiatan pemasaran produk perikanan dengan harapan
kesejahteraan nelayan dapat terwujud. Aktivitas pelabuhan perikanan tidak
terlepas dari proses saling mempengaruhi bukan hanya dengan masyarakat di
sekitar pelabuhan namun juga dengan pelabuhan perikanan lainnya. Pelabuhan
perikanan harus mampu melayani pengguna pelabuhan dalam proses
pendaratan ikan sampai proses distribusi, maka dari itu pelabuhan perikanan
harus mempunyai fasilitas-fasilitas yang menunjang kegiatan-kegiatan pada
bidang perikanan tangkap. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi sebagai
pelabuhan perikanan nusantara harus dapat melayani kapal-kapal ikan yang
mendaratkan ikan dengan memberikan pelayanan yang baik dengan adanya
fasilitas yang tersedia. Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi memiliki berbagai
macam jenis pelayanan publik, salah satunya adalah pelayanan data dan
informasi. Pelayanan data dan informasi penting diketahui oleh para nelayan dan
stakeholder yang berguna untuk keberlangsungan atau keperluan dari masing-
masing yang membutuhkan. Beberapa informasi pastinya berkaitan dengan data
hasil tangkapan, nilai produksi dan laporan statistik tahunan. Oleh sebab itu,
Praktik Kerja Lapang (PKL) ini bertujuan untuk mengetahui terkait pendataan
produksi perikanan tangkap sebagai bahan pelayanan data dan informasi pada
Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FARAH GUSTIA JANA |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | PELABUHAN PERIKANAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:14 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18383 |
