TRUNOJOYO-KP-27561-200331100052-Yusmanida Pujik Eks Trans Inhu_200331100052_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Perkebunan Sepawon merupakan perusahaan yang didirikan oleh
Belanda pada tahun 1889, yang mana dimiliki oleh NV. Cultuur Matschappy TVK
(Tiederman Van Kerchen). Seiring berjalannya waktu pada tahun 1957
berdasarkan Undang-Undang Nasionalis seluruh aset/perusahaan yang dikuasai
oleh Belanda akan diambil alih oleh Pemerintah Indonesia, sehingga Perkebunan
Sepawon dan Satak menjadi milik Pemerintah Indonesia. Saat ini Perkebunan
Sepawon merupakan salah satu bagian dari PT Perkebunan Nusantara XII yang
terletak di Ngrangkah-Kediri, Jawa Timur. Perkebunan Nusantara XII memiliki
beberapa komoditi seperti karet, kopi robusta, kopi arabika, teh, tebu, kakao edel,
kakao bulk, dan aneka kayu.
Tumbuhan karet menghasilkan beberapa olahan karet alam konvensional
salah satunya adalah Ribbed Smoked Sheet dan Thin Browm Crepe.
Perkebunan Sepawon saat ini memproduksi karet alam konvensional berupa
Thin Brown Crepe. Jenis karet ini merupakan jenis karet yang diproduksi dengan
proses penggilingan hingga tipis. Menurut Setiawan dan Andoko, (2010) dalam
penelitian Adiputra dan Ahmad (2015), proses pembuatan karet jenis TBC lebih
mudah dari jenis RSS, karet jenis TBC tidak memerlukan proses pengasapan
tetapi menggunakan ruang pengering baik menggunakan mesin atau tidak, dan
pada proses penyekatan tidak menggunakan ukuran khusus.
Proses produksi merupakan kegiatan yang memerlukan bantuan tenaga
manusia, material dan peralatan yang mana hal tersebut bertujuan untuk
menghasilkan suatu produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah (Sudarso
2022). Salah satu proses pembuatan karet jenis TBC adalah proses
penggilingan. Proses penggilingan TBC merupakan proses inti yang bertujuan
untuk mengeluarkan kandungan air yang terdapat didalam lateks, mengeluarkan
sebagian serum, membilas karet, dan membentuk lembaran tipis untuk
mempermudah proses pengeringan (Adiputra dan Ahmad, 2015).
Proses produksi yang berlangsung akan terdapat bahan yang hilang yang
mana hal tersebut menjadi salah satu kelemahan dari manajemen proses yang
diterapkan, sehingga dapat menyebabkan kinerja produksi kurang efektif dan
efisien. Kehilangan bahan pada saat proses produksi dapat dievaluasi dan
diidentifikasi jenis bahannya dengan menggunakan perhitungan neraca massa
(Ilham Dewantoro dan Harnesa Putri (2022). Banyaknya pesaing pasar membuat perusahaan harus melakukan upaya yaitu strategi pengalihan pasar. Salah satu
strategi pasar yang dapat dilakukan adalah meningkatkan mutu produk atau jasa.
Pengendalian mutu merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk dapat
mempertahankan atau meningkatkan mutu suatu produk (Nurkholiq et al., 2019).
Berdasarkan latar belakang diatas terdapat beberapa ruang lingkup
pembahasan dalam pelaporan pelaksaan PKL terkait dengan proses
penggilingan dan kinerja mesin crepe mangel di PT Perkebunan Nusantara XII
Sepawon yaitu neraca massa proses penggilingan, perubahan lateks setelah
proses penggilingan, dan proses pengendalian mutu pada proses penggilingan
karet TBC.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM YUSMANIDA PUJIK EKS TRANS INHU |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KARET |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18381 |
