PROSES PENGGUMPALAN DAN PENGERINGAN KARET THIN BROWN CREPE (TBC) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH SEPAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR

WIDIYAH WATI (2023) PROSES PENGGUMPALAN DAN PENGERINGAN KARET THIN BROWN CREPE (TBC) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH SEPAWON KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27559-200331100080-Widiyah Wati_200331100080_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27559-200331100080-Widiyah Wati_200331100080_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) Jawa Timur berada di Kebun
Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri merupakan perusahaan yang bergerak
dibidang hasil perkebunan. Perusahaan ini didirikan oleh perusahaan belanda
pada tahun 1889. Kebun ini sebelumnya milik NV. Cultuur Matschappy TVK
(Tiederman Van Kerchen). Perkebunan yang saat ini dikelola oleh PT. Perkebunan
Nusantara XII Ngrangkah Pawon adalah perkebunan karet. Kebun Ngrangkah
Pawon terletak di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang
berada di lereng Gunung Kelud. Kebun tersebut dibagi menjadi dua yakni Kebun
Ngrangkah dan Kebun Satak. Terdapat beberapa komoditi yang ada di kebun
Ngrangkah dan Kebun Satak yakni kopi robusta, karet dan coklat, namun sekarang
di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah fokus pada pengolahan karet. Karet
yang digunakan merupakan hasil penyadapan tanaman karet yang berupa cairan
seperti susu yang mengandung protein. Pengolahan karet berada di Pabrik
Sepawon dengan produk yang dihasilkan adalah karet jenis Thin Brown Crepe
(TBC) dan Ribbed Smoked Sheet (RSS) namun untuk sekarang pabrik
pengolahan karet hanya memproduksi jenis TBC dengan mutu yang dihasilkan
adalah 1x, 2x, 3x dan 3x hitam. Proses produksi karet di PT. Perkebunan
Nusantara XII Ngrangkah Pawon merupakan produk semi jadi sehingga harus
diolah lagi untuk bisa digunakan konsumen.
Produk utama yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan karet adalah karet
jenis Thin Brown Crepe (TBC). Thin Brown Crepe (TBC) merupakan jenis crepe
coklat yang tipis karena merupakan jenis karet yang dalam pengolahanya digiling
ulang. Bahan yang digunakan dalam pengolahan karet jenis TBC sama dengan
karet jenis karet Brown Crepe lainya, namun yang berbeda hanya dalam
prosesnya pada karet jenis Thin Brown Crepe mengalami proses penggilingan
ulang untuk mendapatkan ketebalan yang sesuai (Sofiani et al., 2018). Pada
proses pengolahan karet TBC ini memanfaatkan udara panas dalam proses
pengeringannya. Pengolahan Thin Brown Crepe (TBC) dimulai dari proses
penerimaan lateks, pengenceran lateks, pembekuan lateks, penggilingan,
pengeringan, sortasi dan labelling, dan pengemasan. Proses penting pada
pengolahan Thin Brown Crepe adalah pada tahap penggumpalan atau koagulasi
lateks dan pengeringan karet karena pada masing-masing proses produksi karet mempunyai perbedaan dalam pengolahannya. Pada karet jenis RSS yang
membedakan adalah pada proses pengasapan namun pada karet jenis TBC yang
membedakan adalah proses penggumpalan dan pengeringan yang mana proses
penggumpalan ini dilakukan dengan menggunakan asam semut dan proses
pengeringan dilakukan dengan penjemuran di ruang terbuka namun tidak
menggunakan sinar matahari melainkan udara.
Tahap penggumpalan (koagulasi) merupakan suatu terjadinya perubahan
dari fase sol yang berubah menjadi fase gel dimana pada pengolahannya
menggunakan tambahan bahan penggumpal yang disebut koagulan. Terjadinya
pembekuan lateks disebabkan oleh muatan listrik yang menurun atau dehidratasi
yang disebabkan oleh penurunan pH lateks (penambahan asam H+
). Terjadinya penurunan pH lateks dapat disebabkan karena penambahan koagulan maupun
secara alami (Vachlepi dan Purbaya, 2018). Tujuan penggumpalan lateks adalah
untuk menyatukan butiran karet yang terdapat pada cairan lateks, supaya menjadi
satu gumpalan. Pada tahap pembekuan lateks perlu bahan penggumpal lateks
yakni asam semut atau asam formiat. Penambahan asam semut dapat
mengakibatkan penurunan pH dan dapat mempercepat penggumpalan (Suwardin
dan Purbaya, 2015).
Tahap pengeringan merupakan salah satu proses yang penting dalam
mengurangi kandungan air pada bahan dan dapat mengetahui yang dihasilkan
mutu produk konsisten. Proses pengeringan yang cepat dapat menekan biaya
produksi. Tahap pengeringan merupakan suatu tahapan yang memerlukan energi
besar dalam industri karet alam. Jika kadar air pada karet semakin rendah maka
waktu yang diperlukan dalam pengeringan akan semakin cepat sehingga energi
yang diperlukan akan menjadi lebih efisien (Vachlepi, 2017). Oleh karena itu,
penting untuk mengkaji proses penggumpalan dan pengeringan karet jenis Thin
Brown Crepe (TBC) di PT. Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon yang
telah dilakukan. Pelaksanaan praktik kerja lapang ini diharapkan dapat menjadi
sarana pembelajaran secara langsung dan dapat sebagai pembanding teori yang
telah didapatkan dengan kegiatan yang ada di lapangan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
WIDIYAH WATI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords KARET
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:13
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18378

Actions (login required)

View Item
View Item