TRUNOJOYO-KP-27557-200321100054-DINDA AMELIA#200321100054#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Peternakan merupakan sub sektor pertanian yang grafik permintaan
pasarnya terus meningkat, hal ini sejalan dengan terus bertambahnya jumlah
penduduk dan kesadaran masyarakat akan pemenuhan kebutuhan protein
hewani. Dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani di Indonesia, ada
angka produktivitas domba lokal yang turut menyumbang di dalamnya (Hasan
et al., 2018). Hal ini menunjukkan besaran komoditas domba membantu
kebutuhan dalam negeri akan protein hewani.
Terdapat tiga sentra populasi peternakan domba terbesar di Indonesia,
yaitu di Provinsi Jawa Barat dengan peningkatan jumlah populasi domba pada
tahun 2022 mencapai 9.987.870 ekor, kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa
Tengah dan Jawa Timur dengan populasi masing-masing sebanyak
2.326.859 dan 1.458.157 ekor (BPS, 2023). Prospek usaha peternakan
sangat menjanjikan yang ditandai dengan permintaan cukup tinggi. Salah
satunya adalah usaha ternak domba sehingga menjadikan usaha ternak
domba sangat potensial untuk dilakukan. Ternak domba memiliki peluang
pengembangan usaha yang sangat besar karena beberapa potensi
pendukung antara lain, seperti aspek sosial (memelihara domba sudah
menjadi budaya di masyarakat), sumber protein berupa daging yang digemari,
relatif mudah dipelihara, dan bersifat prolifik (jumlah anak lebih dari 1 ekor per
kelahiran) (Robiansyah et al., 2020).
Saat ini pemerintah sedang menggiatkan pelaksanaan program yang dapat
meningkatkan minat dan kontribusi anak muda dalam sektor pertanian, karena
di Indonesia beberapa tahun belakang presentasenya sedang menurun,
seperti program Pertumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian dan
pembentukkan duta-duta petani milenial, serta pemberian beasiswa relevan
lainnya. Sebagai salah satu daerah dengan potensi pengembangan sektor
pertanian yang tinggi, pemerintah Kabupaten Magelang mendukung program Produksi Domba di Indonesia Domba petani milenial atau petani muda dengan harapan dapat menyesuaikan
dengan perubahan-perubahan yang terjadi (Nihayah, 2022). Maka dari itu, di
samping untuk memperkenalkan dunia kerja kepada mahasiswa, program
praktik kerja lapang (PKL) diharapkan mampu menambah minat mahasiswa
untuk terjun dalam sektor pertanian. Peternakan domba menjadi salah satu
bagian dari sektor pertanian yang diharapkan dapat menjadi pilihan petani
muda dan melihat sisi lain dari stigma bahwa peternakan yang identik dengan
bau dan kotor-kotoran.
Cipta Visi Farm adalah salah satu usaha budi daya domba yang berada di
Kabupaten Magelang. Cipta Visi Farm terkenal dengan manajemen produksi
yang sudah baik dan pemasarannya yang cukup aktif. Hal ini dibuktikan
dengan Cipta Visi Farm yang telah memiliki 7 kandang dengan kapasitas
masing-masing sebesar 100 – 300 ekor yang tersebar di Kabupaten
Magelang. Maka dari itu, dilakukannya praktik kerja lapang di Cipta Visi Farm
dapat meningkatkan kemampuan personal praktikan dalam pemahaman
manajemen produksi dan pemasaran untuk komoditas domba.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DINDA AMELIA |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | DOMBA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:13 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18374 |
