TRUNOJOYO-KP-27552-200331100050-ADI KURNIA_200331100050_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang didikan dari gabungan keluaran PT. perkebunan XXIII (Persero), PT.
perkebunan XXVI (Persero), dan PT. Perkebunan XXIX (Persero). PT Perkebunan
Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon berlokasi di desa Sepawon Kecamatan
Plosoklaten Kabupaten Kediri. Komoditi yang diolah terdapat kopi, kakao, dan
karet. Tetapi untuk saat ini berfokus pada komoditi karet. PTPN XII memproduksi
dua jenis karet, yaitu Ribbed Smoke Sheet (RSS) dan Thin Brown Crepe (TBC).
Lump mangkok, getah tanah, lump pra, skrep, skim dan busa dapat dijadikan
sebagai Thin Brown Crepe dan lateks dapat dibuat menjadi Ribbed Smoke Sheet
(RSS). Karet yang diambil dari kebun dijadikan lembaran kering yang bernama
Thin Brown Crepe (TBC) (Suryaningrat et al., 2020).
Tata cara pengaturan dari penempatan fasilitas pabrik dengan
memanfaatkan luas lahan dengan cara terbaik untuk memudahkan proses
produksi disebut dengan layout pabrik atau tata letak. Perancangan fasilitas terdiri
dari alokasi pabrik dengan perancangan gedung yang diketahui adanya kaitan
antara tata letak pabrik dengan penanganan material (Anwar et al., 2015).
Tujuannya agar tercapai hasil yang optimal dari produktivitas, efisiensi dan
efektivitas. Adanya aliran bahan yang efisien, jarak memindah barang yang
pendek dan ongkos minimum merupakan tata letak yang baik (Safitri et al., 2017).
Lateks merupakan karet yang berasal dari pohon karet setelah dilakukan
penyayatan. Lateks kemudian diolah menjadi bahan TBC atau RSS. Bahan
tersebut kemudian dikirim ke pabrik pusat dan diolah menjadi industri manufaktur
sarung tangan, ban, alas kaki, benang karet, ban vulkanisir, sarung tangan dan
lain – lain (Harahap dan Segoro, 2018). Lateks ditaruh di bak penampung yang
sudah disaring dan diukur Phnya, setelah itu dilakukan proses koagulasi dengan
pencampuran asam kemudian didiamkan selama kurang lebih satu jam. Proses
penggumpalan selesai setelah itu dibuat lembaran dengan lebar tertentu (Ali et al.,
2010).
Pentingnya tata letak pabrik berkaitan dengan proses produksi yaitu pada
waktu dan kelelahan pekerja. Hal tersebut dapat mempersingkat waktu yang
dibutuhkan untuk produksi dan mengurangi tenaga yang harus dikerjakan oleh tenaga kerja. Oleh sebab itu, Praktik Kerja Lapang ini untuk mengetahui tata letak
produksi di PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADI KURNIA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KARET |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:12 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18367 |
