TEKNIK PENGAMATAN KERAPATAN LAMUN DI KAWASAN PESISIR UNIT PELAKSANA TEKNIS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (UPT PPP) PONDOKDADAP MALANG

Tsalitsa Addibah (2023) TEKNIK PENGAMATAN KERAPATAN LAMUN DI KAWASAN PESISIR UNIT PELAKSANA TEKNIS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (UPT PPP) PONDOKDADAP MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27546-200341100058-TSALITSA ADDIBAH_200341100058_ILMU KELAUTAN.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27546-200341100058-TSALITSA ADDIBAH_200341100058_ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

Ekosistem laut dangkal yang memilliki peranan cukup penting bagi kehidupan
biota laut disebut dengan ekosistem lamun. Lamun mempunyai fungsi ekologis sebagai
penghasil makanan, penghasil unsur hara, stabilisator substrat, penangkapan endapan
air, tempat tinggal, dan tempat organisme laut untuk berlindung dari hal-hal yang
berbahaya. Ekosistem ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan ekosistem
terumbu karang dan mangrove dalam hal keseimbangan lingkungan perairan. Ekosistem
lamun memiliki produktifitas yang tinggi jika dibandingkan dengan ekosistem perairan
yang lain. Nilai produktifitas tersebut berkisar antara 5 hingga 30% yang dinilai dari
tingkat penggunaan ekosistem lamun oleh biota yang selanjutnya digunakan dalam
rantai makanan deitrus. Deritrus merupakan hancuran dari organisme mati dan dapat
dihasilkan dari sisa organisme sperti kotoran hewan yang diuraikan dekomposer (Hartati
et al., 2012).
Kepadatan padang lamun di perairan dapat menggambarkan kondisi perairan.
Tinnginya angka kepadatan lamun pada suatu perairan akan menunjukkan tingginya
organisme di dalamnya (Pateceh et al.,2020). Berdasarkan data dari KKP (2016),
Indonesia memiliki 13 spesies lamun. Spesies tersebut terbagi menjadi 12 jenis lamun
yang tergolong pada 2 family dan 7 genus. Ketujuh genus tersebut terbagi lagi menjadi
3 genus dari family Hydrocharitaceae yaitu Enhalus, Thallasia dan Halophilia, dan 4
genus dari family Potamogetonaceae yitu Syringodium, Cymodocea, Halodulu dan
Thalassodendron. Spesies jenis Cymodocea rotundata, Cymodocea serullata, Enhalus
acorides, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Halophilade cipines, Halophilia minor,
Halophilia ovalis, Halophilia spinulosa, Halophilia sulawessi, Syringidium
isoetifolium,Thallasia hemprichi,Thalasiodendrom cilatum.
Keberdaan padang lamun salah satu ditemukan di Pelabuhan Pondokdadap.
Pelabuhan ini terletak di bagian selatan Kabupaten Malang. Pelabuhan Perikanan
Pantai Pondokdadap mengimplementasikan semboyan pelabuhan yang berwawasan
Ecofishing-port supaya dapat mencegah, mengelola, serta memulihkan pencemaran
yang disebabkan oleh kegiatan pelabuhan maupun nelayan. Kegiatan Pelabuhan
semakin meningkat seiring berjalannya waktu,jumlah kapal juga semakin meningkat
disetiap tahunnya. Banyak aktivitas nelayan yang langsung berhubungan dengan
perairan salah satunya adalah aktifitas bongkar muat kapal atau docking kapal juga
sering dilakukan langsung pada daerah Pelabuhan (Rahmawati et al., 2018). Daerah Pelabuhan pondokdadap sudah sering melakukan monitoring atau penelitian untuk
mengetahui jenis lamun yang terdapat pada daerah pelabuhan pondokdadap, akan
tetapi belum ada observasi lanjutan untuk menentukan komunitas lamun pada daerah
pelabuhan. Berangkat dari hal tersebut Praktik Kerja Lapang ini dilakukan untuk
melakukan observasi ekosistem pada daerah Pelabuhan pondokdadap.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Tsalitsa Addibah
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords LAMUN
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:11
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18358

Actions (login required)

View Item
View Item