TRUNOJOYO-KP-27545-200311100113-Muhamad Roni Efendi_200311100113_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal tanaman cabai,
namun tak banyak yang mengenal jenis cabai jawa. Bentuknya yang sedikit
berbeda dengan cabai pada umumnya membuat jenis cabai ini terkadang tidak
dikenal sebagai tanaman cabai. Secara turun tremurun khasiat cabai jamu
sudah diakui manfaatnya. Tidak salah jika cabai jamu disebut dengan sebagai
harta karun obat tradisional Indonesia. Disebut cabai jamu karena rasanya
yang pedas seperti cabai dan dipercaya berfungsi sebagai jamu untuk
kesehatan dan kebugaran bagi yang mengkonsumsinya serta bisa digunakan
untuk pembuatan pestisida nabati.
Buah lada putih mengandung alkaloid seperti piperin, kavisin, dan
metilpirolin, serta minyak atsiri, lemak dan pati. Kandungan utama dalam lada
adalah alkaloid piperin. Piperin memiliki rumus molekul C17H19NO3 atau (E,E)-
1-[5-(1,3-benzodioksol-5-il)-1-okso-2,4-pentadienil] piperidin, diperoleh dalam
bentuk prisma monosiklik dari alkohol dengan titik lebur 130°C, 1 g piperin larut
dalam 15 mL etanol, 36 mL eter dan hampir tidak larut dalam air. Piperin
memiliki khasiat sebagai antiinflamasi, antimalaria, menurunkan berat badan,
menurunkan demam, menetralkan racun bisa ular, antiepilepsi, membantu
meningkatkan penyerapan vitamin tertentu (Kolhe et al., 2011)
Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain yang digunakan untuk
mengendalikan berbagai hama. Penggunaan pestisida sintesis yang dinilai
praktis untuk mengendalikan serangan hama, ternyata dapat membawa
dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Penggunaan pestisida kimia yang
tidak rasional dapat menimbulkan dampak buruk dari segi lingkungan maupun dari segi kesehatan manusia. Dari segi lingkungan pestisida kimia dapat
menyebabkan pencermaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni
sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidak seimbangan ekosistem
sungai dan danau.
Penggunaan pestisida nabati salah satunya yang dapat menjadi
alternatif dalam mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pestisida nabati
adalah pestisida yang bahan baku dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif
sangat mudah ditemui serta mudah dibuat. Pestisida nabati tersebut sangatlah
mudah terurai sehingga aman bagi manusia dan hewan. Pestisida nabati ini
berperan sebagai racun kontak dan racun perut.
Penggunaan pestisida berbahan kimia memiliki dampak negatif untuk
lingkungan maupun makhluk hidup disekitarnya. Residu yang ditimbulkan dari
pestisida kimia juga akan sulit terurai dialam. Salah satu alternatif
pengendalian hama adalah dengan penggunaan pestisida nabati yang bersifat
ramah lingkungan. Oleh karena itu, pelaksanaan PKL ini menjadi penilitian
awal tentang potensi pestisida nabati berbahan dasar cabai jamu, lada, dan
kombinasi keduannya yang dilaksanakan di BBPPTP Surabaya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMAD RONI EFENDI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | CABAI JAMU; LADA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:11 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18357 |
