TRUNOJOYO-KP-27540-200311100121-Fian Rahmanda Dwi W#200341100110#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) merupakan lembaga
penelitian gula tertua di Indonesia yang didirikan pada 9 Juli 1887 dan berpusat di
Pasuruan, Jawa Timur. Lembaga ini bertugas melaksanakan penelitian,
menghasilkan dan mengkaji teknologi serta produk pergulaan bagi kemajuan
masyarakat, khususnya petani tebu, stakeholder gula, pabrik gula, dan
memberikan bantuan teknis kepada klien. Kegiatan Praktik Kerja Lapang yang
dilakukan di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) kali ini adalah
pembenihan tanaman tebu varietas PSKA 942 asal kultur jaringan dan secara
konvensional. Tebu varietas PSKA 942 sangat toleran terhadap genangan maupun
kekeringan sehingga cocok dibudidayakan di lahan sawah maupun tegalan. Selain
itu varietas ini juga tahan terhadap penyakit blendok.
Salah satu tahap terpenting dalam budidaya tanaman tebu adalah pembenihan,
karena benih tebu yang berkualitas baik akan menjadi faktor penentu keberhasilan
yang tinggi dalam budidaya maupun kemampuan tebu dalam menghasilkan
rendemen sehingga produksi gula juga tinggi. Pembenihan tebu secara
konvensional menggunakan benih yang berasal dari benih bagal yaitu batang tebu
dengan 2-3 mata tunas dari tebu yang umumnya berumur 6-8 bulan (Ilhamsyah et
al., 2022). Sedangkan pembenihan tebu menggunakan teknik kultur jaringan
dilakukan dengan cara mengisolasi bagian tanaman (sel, jaringan, organ) atau
yang biasa disebut eksplan, kemudian menumbuhkannya secara aspetis pada suatu media tumbuh sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri (Kaur
dan Sandhu, 2015).
Budidaya tanaman tebu di Indonesia terus dikembangkan, mengingat saat ini
industri makanan dan minuman terus meningkat dan gula sudah menjadi
kebutuhan dasar dalam kedua industri tersebut sehingga permintaan terhadap gula
semakin tinggi. Keberhasilan budidaya tanaman tebu tidak terlepas dari tahap
pembenihan sehingga dalam prosesnya perlu diperhatikan dan diupayakan agar
dapat memenuhi permintaan terhadap gula yang semakin tinggi.
Teknik kultur jaringan dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman tebu,
terutama untuk menghasilkan bibit tanaman tebu dalam jumlah besaar dan dalam
waktu yang relatif singkat. Selain itu, pertumbuhan bibit tanaman tebu hasil kultur
jaringan dapat seragam, bebas patogen, dan produksinya tidak tergantung musim
yang artinya dapat diproduksi kapan saja. Teknik kultur jaringan sangat cocok
diterapkan untuk meningkatkan produksi tebu, mengingat bahwa, dalam produksi
tebu secara konvensional membutuhkan waktu yang cukup lama.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR HAMIDAH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEBU |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18341 |
