TRUNOJOYO-KP-27538-200341100076-076_WIDIAWATI_Laporan Praktik Kerja Lapang.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Produksi perikanan tangkap laut di Indonesia semakin meningkat dalam
durasi lima tahun terakhir ini, kisaran pada tahun 2019 hasil produksi perikanan
sebesar 6.630.123,10 ton dan meningkat pada tahun 2022 sebesar 7.412.410,64
ton. Hasil perikanan sangat dimanfaatkan masyarakat Indonesia terutama sebagai
sumber pangan. Ikan mengandung asam lemak omega-3, vitamin, serta mineral,
oleh sebab itu ikan sangat baik untuk kesehatan manusia salah satunya yaitu ikan
tongkol (Bontjura et al., 2020).
Ikan tongkol termasuk komoditas ikan pelagis besar dan komoditas ikan
ekspor yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat dikatakan produksi ikan
tongkol tangkap laut bisa memenuhi dan membantu masalah perekonomian
masyarakat indonesia. Kandungan lemak, protein, dan vitamin pada ikan tongkol
dapat menjadikan ikan ini sebagai bahan baku pengolahan industry yang dapat
diolah dalam berbagai bentuk produk, tetapi ikan tongkol termasuk salah satu hasil
perikanan yang dapat dikatakan sebagai bahan baku yang mudah membusuk,
sehingga diperlukannya proses pengawetan. Proses pengawetan dilakukan untuk
menghentikan aktivitas zat – zat dan mikroorganisme yang dapat merusak mutu
kesegaran ikan. Ikan yang membusuk memiliki ciri – ciri khusus seperti perubahan
fisik kondisi daging ikan yang lunak dan mengeluarkan senyawa yang mudah
menguap (Manggaprouw et al., 2019).
Jika Ikan yang mengandung senyawa mudah menguap atau membusuk
akan menghasilkan kualitas rendah, maka dapat mengalami penurunan mutu
kesegaran ikan. Kesegaran ikan tidak dapat ditingkatkan, tetapi hanya dapat di
pertahankan, oleh sebab itu perlu adanya penanganan yang khusus untuk
mempertahankan kesegaran ikan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka
diperlukannya parameter pengujian kesegaran ikan yang layak untuk dikomsumsi
masyarakat, agar produk hasil perikanan memiliki kualitas sesuai dengan indeks
mutu SNI (Standar Nasional Indonesia) kesegaran ikan.
Pengujian mutu kesegaran ikan penting untuk meningkatkan konsumsi ikan
masyarakat Indonesia. Ikan yang akan dimakan harus dalam keadaan segar,
sebab terjadinya penurunan kualitas ikan dapat menyebabkan penyakit pada
orang yang memakannya. Hal tersebut perlu dilakukan penelitian terhadap mutu
pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) (Manggaprouw et al., 2019). Salah satu parameter yang digunakan dalam pengujian kesegaran ikan merupakan TVB – N
(Total Volatile Base Nitrogen). TVB N merupakan salah satu parameter yang
diguanakan untuk menentukan kesegaran pada ikan yang dilakukan secara
laboratoris. Pentingnya pengujian kadar TVB – N pada produk ikan tongkol
(Euthynnus Affinis) yang banyak dijual di pasar domestik Jawa Timur inilah yang
melatarbelakangi kegiatan Praktik Kerja Lapang dengan judul “Pengujian Kadar
TVB–N (Total Volatile Base Nitrogen) Pada Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Di
UPT Pengujian Mutu Dan Pengembangan Produk Kelautan Dan Perikanan
(PMP2KP) Surabaya dilakukan”.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM WIDIAWATI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | IKAN TONGKOL |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:07 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18338 |
