METODE PENGAMATAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DALAM KOLAM BETON K11 dan K12 DI UPT BAPL BANGIL INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK

M. Dicki Ferdiyanto (2023) METODE PENGAMATAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DALAM KOLAM BETON K11 dan K12 DI UPT BAPL BANGIL INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27536-200341100112-M. Dicki Ferdiyanto#20034110112#Ilmu Kelautan.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27536-200341100112-M. Dicki Ferdiyanto#20034110112#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Udang merupakan sebuah komoditas yang banyak di minati oleh berbagai
kalangan. Udang di Indonesia di ekspor dan menjadi pengekspor ke luar negeri
terbanyak di dunia. Udang tercatat berada pada peringkat kedua ekspor perikanan
Indonesia setelah kelompok TTC (tuna, tongkol, cakalang) dengan volume sebesar
11,15% dan nilai ekspornya mencapai 33,10%. Negara tujuan ekspor udang di
Indonesia tertinggi adalah Malaysia, yaitu sebesar US$2.826,55 ribu. Ekspor udang
segar Indonesia ke Malaysia mencapai 33,84% disusul oleh Singapura sebesar 15%
(Ashar et al., 2016). Besarnya tingkat ekspor menjadikan udang vaname di Indonesia
di budidayakan dengan berbagai pola pemeliharaan. Pola pemeliharan tersebut
anatara lain pola pemeliharaan tradisional, pola pemeliharaan semi intensif dan pola
pemeliharaan supra intensif (Effendi et al., 2018).
Pola pemeliharaan udang akan mempengaruhi pertumbuhan udang. Pengaruh
lainnya yang mempengaruhi pertumbuhan udang adalah berasal dari pakan. Menurut
Riani et al (2012), Pertumbuhan disebabkan oleh adanya pertambahan jaringan dari
sel secara mitosis karena terjadi kelebihan energi dan protein yang berasal dari pakan.
Faktor lain, selain pakan yang mempengaruhi pertumbuhan udang vaname yakni
jenis kolam yang di gunakan pada proses budidaya udang vaname. Kolam yang di
gunakan sebagai budidaya memiliki ukuran dan jenis tertentu. Kolam yang biasa
digunakan adalah kolam kolam beton. Kolam jenis terebut tersebut dapat
menyesuaikan luas lahan yang di pakai dan tergolong tahan lama. Kolam beton yang
digunakan sebelumnya dilakukan pengkapuran di dasar kolam untuk mencegah unsur
biotik dan hama yang merugikan atau pengeringan air dalam. Pengeringan kolam ini
dengan cara dibiarkan selama 3 hari untuk memastikan bakteri yang ada tadi benar –
benar hilang dan mati (Kusyairi et al., 2019).
Kolam beton yang di gunakan pada saat proses budidaya udang vaname sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan udang. Pengamatan pertumbuhan dilakukan
untuk mengetahui kondisi udang saat di budidaya (Kusyairi et al., 2019).. Pengamatan
udang dapat di lakukan dengan menggunakan metode tertentu. Oleh karena itu,
dilakukan Praktik Kerja Lapang (PKL) dengan tujuan untuk untuk mengetahui
bagaimana metode dalam mengamati pertumbuhan udang vaname dalam kolam beton K11 dan K12 di Instalasi Budidaya Laut Prigi, Trenggalek. Tujuan lainnya dari
dilakukannya PKL adalah mengetahui bagaimana pertumbuhan dan faktor apa yang
mempengaruhi pertumbuhan udang vaname pada kolam tersebut

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
M. Dicki Ferdiyanto
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords UDANG VANAME
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:06
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18335

Actions (login required)

View Item
View Item