TRUNOJOYO-KP-27533-200331100016-Arla Klisya Safitri_200331100016_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Implementasi penanganan bahan dalam perusahaan dapat dilakukan
melalui upaya perbaikan dalam proses produksi dan penerapan teknologi.
Perubahan ini memiliki efek signifikan pada indikator kinerja perusahaan, seperti
work in process, lead time, produktivitas, dan biaya manufaktur (Abdillah dan
Darajatun, 2022). Bahan baku memiliki peran penting dalam pengolahan produk,
karena kualitas bahan dasar akan mempengaruhi kualitas produk akhir.
Pencapaian output yang berkualitas, diperlukan penanganan bahan yang efektif
untuk memastikan kualitas bahan baku hingga menjadi produk jadi setelah proses
panen dilakukan (Masri, 2020). Proses pengolahan bahan baku menjadi produk
jadi umumnya disebut sebagai penanganan bahan atau material handling. Tahap
penerimaan bahan baku dari pemasok, penanganan dilakukan dengan
memindahkan bahan tersebut ke tempat penyimpanan di area produksi, di mana
proses produksi dilakukan untuk menghasilkan produk jadi. Setelah itu, produk jadi
akan dipindahkan ke gudang penyimpanan sebelum selanjutnya dipindahkan ke
distributor untuk didistribusikan kepada pelanggan. Pentingnya penanganan
bahan, baik bahan baku maupun barang lainnya adalah untuk memastikan bahwa
proses produksi berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan
(Kurniawan dan Pramesti, 2019).
Material handling atau penanganan bahan adalah suatu proses yang
melibatkan operasi dasar dalam pergerakan material dan produk pada semua
tahapan manufaktur, distribusi, ritel, dan konsumsi (pembuangan). Penanganan
material, yang juga dikenal sebagai penanganan bahan, memiliki peranan penting
karena semua produk dan bahan harus ditangani dengan hati-hati agar mencapai
tujuan dengan cara yang aman, serta untuk memastikan kualitas bahan yang
ditangani. Penanganan material, yang sering juga disebut sebagai proses
pemindahan barang, menghubungkan berbagai peralatan manual, otomatis, atau
semi-otomatis dengan infrastruktur sistem yang mendukung fungsi rantai pasokan
dan logistik (Royba et al., 2020). Proses penanganan material yang tidak efisien
juga akan menghambat proses produksi dan menyebabkan mesin dan peralatan
produksi menganggur, sehingga tidak dapat menghasilkan jumlah produk yang
diinginkan. Dalam hal ini, penting untuk diingat bahwa proses penanganan bahan
tidak memberikan nilai tambah langsung pada produk, tetapi justru meningkatkan
biaya keseluruhan proses produksi dan biaya operasional. Akibatnya, baik perusahaan maupun pelanggan dapat mengalami kerugian, oleh karena itu,
penulis sangat tertarik untuk mempelajari dan memahami lebih lanjut mengenai
penerapan penanganan bahan baku yang baik di PT Putra Jaya Nanas dengan
judul “Material Handling di PT Putra Jaya Nanas, Blitar Jawa Timur”.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ARLA KLISYA SAFITRI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PT. PUTRA JAYA NANAS BLITAR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:05 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18328 |
