TEKNIK PENGUJIAN Aeromonas salmonicida PADA IKAN LELE (Clarias garlepinus) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONALDI LABORATORIUM PENGUJI BALAI KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SURABAYA II

FAREZA NABILA DHEA FATMA PUTRI (2023) TEKNIK PENGUJIAN Aeromonas salmonicida PADA IKAN LELE (Clarias garlepinus) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONALDI LABORATORIUM PENGUJI BALAI KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SURABAYA II. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27531-200351100014-LAPORAN PKL FIX (FAREZA) .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27531-200351100014-LAPORAN PKL FIX (FAREZA) .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Sektor perikanan dan kelautan merupakan salah satu sektor andalan yang
dijadikan pemerintah sebagai salah satu potensi untuk meningkatkan
pertumbuhanekonomi baik dalam skala lokal maupun negara. Salah satu bisnis
perikanan yang berpotensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di
Indonesia adalah usaha budidaya ikan karena tingkat konsumsi ikan saat ini sangat
tinggi di seluruh kalangan masyarakat, yaitu hingga tahun 2017 telah mencapai 43
kg/kapita/tahun. Penelitian hendrik pada jurnal perikanan dan kelautan
menyebutkan bahwa ikan merupakan lauk tertinggi tingkat konsumsinya
dibandingkan dengan lauk yang lainnya, Hal ini tentu saja menjadi sebuah prospek
yang sangat menjanjikan bagi setiap pengusaha yang berbisnis dalam
bidangbudidaya ikan (Sitio et al., 2017).
Budidaya ikan merupakan kegiatan yang banyak dilakukan saat ini karena
memiliki hasil yang menjanjikan. Hasil budidaya ikan di Indonesiamencapai dua
juta ton per tahun dengan persentase sebesar 74% dari lautan dan26% berasal
dariperaian tawar. Kegiatan perikanan tidak terlepas dari kendala atau
permasalahan, salah satunya adalah terserangnya penyakit pada tambak yang dapat
menyebabkan petani ikan mengalami gagal panen. Penyakit ikan terjadi
dikarenakan kualitas perairan yang menurun akibat kelebihan pakan yang
membusuk dan juga tingkat pengetahuan, keterampilan pembudidaya masih
kurang. Penyakit ikan dapat disebabkan oleh faktor infeksi dan non infeksi.
Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus fungi danparasit. Penyakit
ikan dapat pula disebabkan defisiensi, malanutrisi atau yang lainnya. Penyakit yang
sering ditemukan pada ikan adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya bakteri
(Madinawati et al.,2011).
Ikan lele merupakan ikan yang dapat dibudidayakan pada perairan tawar. Ikan
lele memiliki nilai jual yang cukup tinggi msehingga banyak dibudidayakan
dikolam/ditambak. Ikan lele juga mudah untuk dibudidayakan. Aeromonas salmonicida merupakan bakteri mematikan yang dapat
mengakibatkan kematian pada perikanan air tawar terutama pada ikan lele. Bakteri
Aeromonas salmonicida merupakan bakteri yang bersifat patogen oportunistik yang
menyerang ikan, saat ikan mengalami stres. Patogen ini dapat menyebabkan
penyakit hemoragic septicemia (penyakit bercak merah) pada ikan. Penyakit ini lebih
dikenal dengan sebutan Motil (Madinawati et al.,2011).
BKIPM merupakan intansi yang memiliki tugas untuk pemeriksaan mutu dan
penyakit ikan. Balai Karantina dan Pengendalian Mutu ikan memiliki tugasuntuk
pengecekan adanya bakteri yang mengkontaminasi ikan dan untuk menghindari
adanya penularan bakteri yang terjadi pada ikan. Oleh karena itu, pelu dilakukan
kegiatan Praktik Kerja Lapang yang berfokus pada kegiatan pemeriksaan
kontaminasi produk perikanan dari bakteri Patogen yang berbahaya di balai karantina
dan pengendalian mutu perikanan Surabaya II.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FAREZA NABILA DHEA FATMA PUTRI
Department Manajemen Sumberdaya Perairan
Uncontrolled Keywords IKAN LELE
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:04
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18325

Actions (login required)

View Item
View Item