TRUNOJOYO-KP-27530-200341100055-Rodiyah Ilmi_200341100055_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Suhu permukaan laut merupakan parameter dalam mengetahui peranan
laut sebagai reservoir panas. Perubahan suhu di suatu perairan menyebabkan
berubahnya sifat air laut dan morfologi biota laut. Wilayah perairan memiliki suhu
permukaan laut yang bervariasi tergantung letak dari wilayah perairan tersebut
(Habibie et al., 2014). Salah satu perairan di Indonesia yang membawa efek besar
ke banyak daratan adalah Laut Jawa (Mujadida et al. 2021). Laut Jawa
merupakan perairan yang banyak berbatasan dengan pulau-pulau dan gugusan
kepulauan di Indonesia. Fenomena oseanografi yang terjadi di Laut Jawa
bervariasi karena mendapatkan pengaruh besar dari Samudera Hindia dan
Samudera Pasifik.
Selain di laut jawa fenomena oseanografi juga terjadi di selat madura.
Selat Madura adalah selat yang memisahkan pulau Jawa dan Madura. Jarak
terdekat antara kedua pulau ini adalah di ujung barat Pulau Madura (Pantai Barat
Madura atau Kabupaten Bangkalan) dan Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya.
Selat Madura juga merupakan salah satu infrastruktur yang sangat penting
sekaligus penopang ekonomi bagi masyarakat Jawa Timur, yang digunakan
sebagai objek pariwisata, industri dan transportasi (Hidayah Suhary 2018).
Selat Madura merupakan perairan dangkal dan semi tertutup yang memisahkan
dua pulau, yaitu Pulau Jawa dan Pulau Madura. Perairan ini berbatasan dengan
Laut Bali, Selat Bali, dan Laut Jawa sehingga kondisi fisik dan biologi perairannya
sangat dipengaruhi oleh ketiga perairan tersebut. Perairan ini memiliki rentang
perbedaan suhu horizontal maupun vertikal yang tidak begitu besar, berkisar
antara 26,5°C – 30°C (Akhbar et al., 2018).
Sebaran mendatar suhu permukaan perairan Selat Madura pada musim
timur menunjukkan bahwa secara umum sebaran suhu di permukaan perairan
cenderung homogen. Sebagian suhu permukaan laut di wilayah ini sebesar 29°C
- 30°C. Hal ini menunjukkan adanya proses pencampuran secara horizontal yang
efektif di permukaan. Salah satu penyebab efektifnya pencampuran massa air
secara horizontal adalah karena pada musim timur, arus khatulistiwa selatan di
permukaan mengalir sangat kuat di lokasi (Trinugroho et al. 2019). Hal ini yang
menjadikan parameter oseanografi, Suhu permukaan laut menjadi salah satu
proksi terjadinya perubahan iklim. SPL memiliki peranan yang cukup signifikan dalam proses terjadinya hujan (Lestari et al., 2017). SPL membantu laut
menyuplai uap air yang berpengaruh pada tinggi rendahnya curah hujan
(Wulandari dan Apriansyah, 2018).
Tema suhu permukaan laut dipilih sebagai bentuk validasi Laporan dalam
rangka melengkapi prosedur PKL di Prodi Ilmu Kelautan, Universitas Trunojoyo
Madura. Suhu permukaan laut di selat Madura menjadi objek penelitian dan
analisis data pada Praktik Kerja Lapang (PKL) di BMKG Meteorologi Maritim
Surabaya. Hal ini dikarenakan selat Madura sebagai kawasan strategis yang
memiliki potensi sumber daya alam dan ekosistem yang melimpah yang memiliki
kaitan erat terhadap parameter perairan seperti klorofil-a, arus dan suhu
permukaan laut (Ratnawati et al., 2016).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RODIYAH ILMI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SELAT MADURA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:04 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18324 |
