ANALISIS POLA PERGERAKAN ARUS TERHADAP SEBARAN KLOROFIL -A DI SELAT SUNDA PADA TAHUN 2022

Siti Nur Hanifa (2023) ANALISIS POLA PERGERAKAN ARUS TERHADAP SEBARAN KLOROFIL -A DI SELAT SUNDA PADA TAHUN 2022. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27529-200341100070-Siti Nur Hanifa#200341100070#Laporan PKL .pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27529-200341100070-Siti Nur Hanifa#200341100070#Laporan PKL .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Menurut Nontji (2005), arus adalah gerakan massa air yang diakibatkan oleh
perbedaan kerapatan air, pasang surut laut, gelombang laut dan angin. Di
perairan terbuka, arus dipengaruhi oleh arah dan kekuatan angin. Terdapat angin
musim yang melakukan pembalikan arah dua kali dalam setahun yaitu angin
musim barat dan musim timur di Indonesia. Pembalikan arah angin ini
menyebabkan terjadinya arus musim di beberapa daerah di Indonesia.
Selat Sunda memiliki luas wilayah ± 8.138 km2 (Mawaddah, 2022). Kondisi
oseanografi di Selat sunda menarik yaitu, berkaitan dengan pertukaran massa air
selain sebagai penghubung laut Jawa dan samudera. Bercampurnya massa air
yang terjadi di perairan Selat Sunda memberikan dampak positif terhadap
kualitas massa air (Tarigan et al., 2020). Kondisi tersebut dapat mempengaruhi
kandungan zat hara (nutrien), klorofil dan fitoplankton. Konsentrasi klorofil-a
menjadi parameter yang dikembangkan secara luas untuk mengukur kualitas
pada suatu perairan. Klorofil-a merupakan kandungan utama fotosintesis dari
tumbuhan. Hal ini bermanfaat untuk mengindikasi adanya fitoplankton dan
eutrofikasi di dalam air.
Perairan Selat Sunda pada bagian tengahnya terdapat tubir sebagai daerah
pembatas dasar antara perairan dangkal dan perairan dalam yang memiliki pola
memanjang dari utara ke selatan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya
upwelling di musim timur dan musim peralihan dua. Upwelling adalah proses
terjadinya massa air yang naik dan membawa air dingin yang mengandung
nutrien tinggi untuk kehidupan fitoplankton sehingga daerah ini menjadi subur
seiring meningkatnya produktivitas perikanan yang tinggi. Umumnya, daerah
upwelling ditandai dengan suhu permukaan yang rendah sekitar 2 ̊C dibanding
sekitarnya dengan kandungan klorofil-a tinggi berkisar 0,4 mg/m3
(Yuhendrasmiko, et al 2016). Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan mengenai pergerakan arus pada setiap musim dan
persebaran klorofil-a di Selat Sunda pada tahun 2022.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Siti Nur Hanifa
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords KLOROFIL
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 03:04
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18323

Actions (login required)

View Item
View Item