TRUNOJOYO-KP-27523-200351100018-Ama Tasyaul Hikmah_200351100018_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Air ialah salah satu kebutuhan bagi kehidupan manusia. Tanah yang di bor
dapat menghasilkan air bersih yang dapat bermanfaat dan digunakan masyarakat
dalam pemenuhan kebutuhan air sehari hari. Sumber air minum rumah tangga bisa
berasal dari PDAM, mata air, bak penampung air hujan, air sungai, sumur gali dan
irigasi. Hasil data Survei dan riset Kesehatan Dasar 2013 kebutuhan air untuk dan
juga air minum pada sumur gali terlindung ialah 29,9%, sumur pompa sebesar
24,1%, PDAM sebesar 19,7% dan mata air sebesar 27 %. Air sumur atau pompa
sebesar 32,9% dan air ledeng sebesar 28,6% lebih banyak digunakan oleh
masyarakat perkotaan, sedangkan di desa lebih banyak menggunakan sumur gali
yang terlindungi sekitar 32,7% (Naudita et al., 2019).
Air yang dimanfaatkan dalam kehidupan sangat beragam dan berperan
penting adalah untuk pemenuhan kebutuhan air didalam tubuh manusia, semakin
bertambahnya umur semakin banyak air yang dibutuhkan. Air berfungsi sebagai
pelarut, pengatur suhu tubuh, katalistaor penyusun enzimatis, pengisi ruang antar
sendi, penyusun struktur sel dan juga eksresi metabolisme. pemanfaataan air pada
tubuh manusia sangat besar, 75 %dalam tubuh manusia adalah air dan otak manusia
tersusun atas 85% air, sehingga rawan ketika mengalami dehidrasi, maka
diperlukan diperlukan adanya pengelolaan air sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan (SNI) (Briawan et al., 2011). Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai
penyangga atau fungsi resapan jauh dari impian sebagai sumber air baku karena
sebagian besar sudah rusak (Zuliyanti et al., 2022)
Pemanfaatan air juga sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari,
sehingga diperlukan air yang bersih bebas dari pencemar yang membahayakan.
Pencemar yang mencemari perairan bisa berasal dari kegiatan manusia maupun
faktor alamiah dari lingkungan perairan itu sendiri. Limbah yang berasal dari
manusia sebagian besar merupakan limbah dari suatu kegiatan pabrik, peternakan,
perikanan dan masih banyak lainnya. Limbah yang merupakan buang dari suatu
perusahaan banyak dijumpai didaerah sekitar perkotaan yang dimana jumlah pabrik
sangat besar. Wilayah perkotaan sebagai daerah yang terdapat banyak pabrik berkembang pesatdan dapat diambil kesimpulan bahwasanya limbah sisa dari
kegiatan dipabrik juga melimpah. Limbah cair biasanya dibuang kedalam perairan,
seperti sungai perlu dilakukan proses pengelolaan terlebih dahulu guna menjaga
lingkungan perairan sungai. pengujian kualitas air sungai sebelum dibuang atau
dilepas pada perairan wajib dilakukan agar sesuai baku mutu yang ditetapkan
pemerintah untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) adalah badan pelaksana pemerintah daerah
yang membidangi lingkungan hidup, dipimpin oleh Kepala Pelaksana Pemerintah
Daerah lingkungan hidup. Kepala dinas lingkungan Hidup bertanggung jawab
kepada bupati melalui sekretaris daerah. Tugas Kementerian Lingkungan Hidup
adalah membantu walikota dalam penyelenggaraan urusan lingkungan hidup,
pembangunan dan perencanaan wilayah, pengelolaan limbah dan bidang kehutanan
yang menjadi tugas atau kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang
ditugaskan Kepala Daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nganjuk juga
memiliki sarana yang baik dan lengkap dalam melakukan pengujian terhadap air
permukaan, air minum, air limbah dan air sungai sehingga sangat sesuai digunakan
sebagai tempat melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) dengan konsentrasi
pengujian air
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AMA TASYA’UL HIKMAH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | SUNGAI BADUG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:01 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18306 |
