TRUNOJOYO-KP-27520-200331100014-Natahliya Nor Aisah_200331100014_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
PT Indolakto Purwosari ialah industri yang memproduksi pengolahan
susu (Dairy manufacture). Perusahaan ini berada di bawah naungan Indofood
Group, berdiri pada tahun 2012 yang berlokasi di Jalan Raya Purwosari Km. 62
Tejowangi Purwosari Jawa Timur. Perusahaan memproduksi susu kental manis
(SKM), pembuatan kaleng SKM, dan susu steril UHT (Ultra High Temperature),
dalam proses pembuatan yang dilakukan selama 24 jam tanpa henti (Setyawan
et al., 2021).
Pembuatan produk menggunakan susu sapi perah, termasuk salah satu
bahan pangan yang sangat bernilai dalam memadai kebutuhan gizi masyarakat.
Oleh karena itu, susu bernilai gizi tinggi serta memiliki komposisi zat gizi lengkap
dengan perbandingan gizi yang sempurna, sehingga memiliki nilai yang sangat
strategis. Susu sebagai salah satu sumber protein hewani yang diperlukan oleh
generasi muda terutama usia sekolah (Utomo dan Miranti, 2010).
Limbah cair yang terdapat pada perusahaan ini yaitu dihasilkan dari
proses pencucian peralatan, limbah susu kental manis, limbah susu cair (liquid),
limbah endapan batu bara yang sudah dibakar (Boiler), dan limbah domestik
(limbah kantin, bioket (sepiteng pabrik). Limbah cair dari industri pengolahan
susu memiliki bahan organik seperti protein, karbohidrat, BOD, COD, dan
padatan tersuspensi serta lemak minyak tersuspensi konsentrasi tinggi. Hampir
semua konstituen organik dari limbah susu mudah terurai. Oleh karena itu,
pengolahan biologis, baik aerobik maupun anaerobik dapat diterapkan. Di sisi
lain, banyaknya limbah cair yang dihasilkan dan tingginya muatan organik
memerlukan pengolahan yang tepat karena dapat berdampak pada lingkungan
dan kesehatan manusia (Rohmanna et al., 2021).
Industri pengolahan susu sapi di Indonesia salah satunya merupakan PT
Indolakto yang terletak di Purwosari Kabupaten Pasuruan. Bersaing dengan
perusahaan pengelolahan susu lainnya tentunya, perusahaan harus menentukan
prosedur yang benar agar produktivitas perusahaan tetap terjaga efektif dan
efisien. Salah satu strategi yang sangat penting untuk membangun sebuah
pabrik adalah perancangan tata letak pabrik. Jika suatu perusahaan atau pabrik
tidak mempunyai perancangan sebelumnya, maka proses produksi tidak berjalan
secara optimal dan efisien sehingga secara tidak langsung menurunkan
produktivitas perusahaan (Setyawan et al., 2021). Presisi tata letak waste water treatment plant yang ada di perusahaan ini
yaitu memperhatikan penataan layout dari lantai produksi. Perusahaan PT
Indolakto menerapkan standar operasional prosedur terkait penataan letak dari
proses satu ke proses selanjutnya dengan posisi berdekatan. Keunggulan dari
tata letak berdekatan yaitu meminimalisir jarak antara proses dan tempat. Layout
lantai perusahaan tidak pernah berubah secara signifikan dari awal pendirian.
Namun, selama ini hanya dilakukan peletakan mesin baru pada area yang
kosong. Dalam hal ini secara tidak sadar menyebabkan kurang tersusunnya
penempatan mesin yang sesuai dengan proses, sehingga perusahaan akan
mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengatasi permasalahan yang
ada.
Selain tata letak pada perusahaan hal yang harus diperhatikan yaitu pada
perusahaan terdapat dokumen manual yang digunakan untuk menyatukan
informasi yang menjelaskan tentang sistem manajemen, perencanaan,
implementasi, pemantauan, pengukuran dan perbaikan berkelanjutan. Dokumen
SOP digunakan untuk prosedur pengendalian dokumen terkendali (Controlled)
dan catatan. Oleh sebab itu diperlukan penyusunan dokumen manual dan
dokumen SOP dikarenakan dokumen tersebut untuk mempermudah dan sebagai
persyaratan audit perusahaan.
Mengenai tujuan dasar dari penerapan tata letak pabrik adalah untuk
meminimalisir jumlah biaya meliputi biaya produksi, biaya pemindahan produk
setengah jadi, biaya pemindahan bahan, biaya perbaikan, biaya instalasi mesin,
biaya pengolahan limbah, dan biaya yang lain. Adanya landasan tata letak
perusahaan yang baik akan memberikan banyak kemudahan apabila nantinya
pabrik merencanakan adanya perluasan area pabrik di kemudian hari. Oleh
sebab itu, Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan untuk mengetahui secara
jelas Peninjauan Tata Letak Unit Waste Water Treatment Plant (WWTP) dan
Pembuatan Dokumen K3 PT Indolakto Purwosari (Arif, 2017).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NATAHLIYA NOR AISAH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PT INDOLAKTO PURWOSARI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18302 |
