TRUNOJOYO-KP-27518-200311100094-ALFAN SYARIL_200311100094_laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Sayuran merupakan sumber nutrisi dan mineral, di dalam sayuran mengandung
A, B, C, zat kapur, dan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang, gigi dan
melancarkan peredaran darah serta alat pencernaan. Saat ini kesadaran masyarakat
akan pentingnya sayuran organik semakin meningkat, untuk itu peningkatan produksi
sayuran organik perlu dilakukan. Sayuran organik adalah sayuran yang sehat,
mengingat dalam budidayanya lebih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti
menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pestisida kimia sintesis. Salah
satu sayuran organik yang umum dibudidayakan adalah kailan (Sinaga et al., 2014).
Kailan (Brassica oleracea L) merupakan salah satu jenis sayuran famili kubis-
kubisan (Brassicaceae) yang berasal dari negeri China. Tanaman ini masuk ke
Indonesia sekitar abad ke-17, sayuran ini sudah cukup populer dan diminati dikalangan
masyarakat karena kalian merupakan sumber vitamin (Ali et al., 2021). Selain sebagai
bahan sayuran yang mengandung zat gizi cukup lengkap, kailan sangat baik untuk
kesehatan karena kaya vitamin A, kalsium dan asam folat yang bermanfaat untuk
perkembangan otak pada janin. Kailan juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang
baik untuk kesehatan mata, memperlambat proses penuaan, dan mengurangi resiko
penyakit kanker dan tumor (Naiborhu et al., 2021).
Kailan termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun hijau umur panen yang
singkat dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Di Indonesia kailan hanya ditanam sebagai
tanaman sela atau tumpang gilir dengan tanaman cabe merah atau kentang, sehingga
produksinya masih rendah. Permintaan Kailan juga tinggi terutama untuk restoran,
rumah sakit, sehingga keadaan ini mendorong untuk mencari alternatif lain budidaya
dalam sayuran tersebut. Sistem pertanian organik dengan penggunaan kombinasi
media tanam dan pupuk organik cair merupakan cara alternatif untuk budidaya Kailan.
Pemakaian pupuk dan pestisida kimia sintesis yang tidak terkendali dapat
menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah dan kerusakan lingkungan. Pertanian
organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang digalakkan pada tahun 1960. Sistem pertanian berbasis high input energy seperti pupuk kimia dan pestisida dapat
merusak tanah yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas tanah, sehingga
berkembang pertanian organik (Mayrowani, 2012). Oleh karena itu, budidaya tanaman
kailan secara organik perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil produktivitas dan
menghindari penggunaan pupuk pestisida sintetis, mengingat di PT. Orgo Organik
Farm Indonesia menggunakan sistem pertanian organik.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFAN SYAHRIL |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | KAILAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 03:00 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18300 |
