TRUNOJOYO-KP-27510-200341100026-Rezza Dwi Andrianto#200341100026#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Potensi sumber daya alam laut sangat melimpah di Indonesia
sebagai negara maritim. Termasuk di dalamnya kawasan zona coral
triangle. Zona wilayah segitiga terumbu karang mencakup enam
negara meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua
Nugini, dan Kepulauan Solomen. Kelimpahan terumbu karang di
Indonesia mencapai luas total lebih kurang 51.000.000.000 km2 . Zona segitiga terumbu karang dari total luas 65% Indonesia memberikan
sumbangsih sebesar 21% dari luas total, hal ini berdasarkan
pernyataan Megawati dan Wati (2010). Indonesia memiliki
keanekaragaman hayati laut melimpah disebabkan oleh kondisi
geografis negara maritim tersebut. Pusat biodiversitas dunia
merupakan julukan negara Indonesia.
Terumbu karang digadang-gadang sebagai aset yang berada
bagi lingkungan tiga ekosistem penting pesisir. Terumbu karang juga
memiliki manfaat terhadap manusia dalam hal estetika pantai. Aktivitas
seperti penyelaman, kegiatan pelabuhan, dan aktivitas perikanan
sebagainya berkutat ekosistem terumbu karang. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Mansyur (2016).Terumbu karang berdasarkan pernyataan
Sada et al., (2017) dapat melindungi pantai secara fisik. Hal ini ada
sangkut pautnya dengan tiga ekosistem penting pesisir di antaranya
ekosistem mangrove, ekosistem lamun, dan ekosistem terumbu
karang. Jenis terumbu karang yang ada di Indonesia sangat beragam.
Pentingnya kesadaran untuk menjaga kelestarian agar keindaham
alam tetap terjaga. Hal ini merupakan suatu langkah awal menjaga
kelestarian supaya keindahan alam agar tetap bisa dinikmati oleh
generasi muda selanjutnya, oleh sebeb itu terumbu karang perlu
dikelola secara lestari karena merupakan ekosistem yang sangat
produktif.
Bali adalah sebuah daerah yang memiliki potensi terumbu karang
yang melimpah. Terumbu karang di Bali merupakan salah satu yang paling indah dan beragam di dunia. Selain itu, Bali juga dikenal dengan
keindahan terumbu karangnya yang menarik minat para penyelam dan
wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Twinandia et al, (2011) Bali memiliki bebrapa lokasi
yang menakjubkan seperti Pulau Menjangan di Taman Nasional Bali
Barat, Pulau Nusa Penida, dan Tulamben dengan bangkai kapal
karamnya yang terkenal. Terumbu karang yang subur dan warna-warni
di Bali menyediakan habitat yang penting bagi berbagai spesies ikan,
moluska, dan organisme laut lainnya. Bali sebagai daerah tujuan
pariwisata juga menyadari pentingnya konservasi terumbu karang.
Banyak upaya yang dilakukan untuk melindungi dan melestarikan
terumbu karang di Bali, seperti pendidikan lingkungan, pengawasan
kegiatan manusia di sekitar terumbu karang, serta pengembangan area
konservasi dan taman laut.
Laju pertumbuhan karang merujuk pada kecepatan di mana karang
meningkatkan ukuran dan massa tubuh mereka. Pertumbuhan karang
terjadi melalui proses akumulasi kalsium karbonat yang membentuk
rangka karang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Silbiger et al,
(2019), laju pertumbuhan karang dapat bervariasi tergantung pada
beberapa faktor seperti spesies karang, suhu air, ketersediaan nutrisi,
dan tingkat cahaya matahari. laju pertumbuhan karang dapat
dipengaruhi oleh suhu air. Karang cenderung memiliki Laju
pertumbuhan yang lebih tinggi pada suhu air yang lebih hangat, tetapi
dalam batas toleransi suhu yang sesuai untuk setiap spesies karang
tertentu. Selain itu, beberapa faktor stres seperti perubahan suhu yang
drastis, polusi, keasaman laut yang meningkat, atau adanya serangan
penyakit dapat mempengaruhi laju pertumbuhan karang secara negatif.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan bahkan
kematian karang dalam jangka panjang.
Pengaruh substrat terhadap laju pertumbuhan karang sangat
penting karena substrat merupakan tempat karang tumbuh dan
membentuk koloni. Karang membutuhkan substrat yang sesuai untuk menempel dan berkembang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Ysebaert et al. (2019), jenis substrat yang tersedia di suatu daerah
dapat mempengaruhi laju pertumbuhan karang. Bebatuan, karang mati,
atau struktur buatan manusia seperti terumbu buatan dapat menjadi
substrat yang ideal bagi karang untuk menempel dan tumbuh. Substrat
yang memiliki tekstur yang kasar dan berpori dapat memberikan tempat
yang baik bagi karang muda untuk menempel dan berkembang. Selain
itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Storlazzi et al. (2022)
menunjukkan bahwa substrat yang stabil dan kokoh memiliki pengaruh
positif terhadap laju pertumbuhan karang. Substrat yang kuat dan tidak
mudah rusak dapat memberikan stabilitas bagi pertumbuhan karang
dan memungkinkan mereka untuk tumbuh dengan baik. Selain jenis
substrat, faktor lain seperti kedalaman dan arus air juga dapat
mempengaruhi pertumbuhan karang. Kedalaman yang sesuai dan arus
air yang moderat dapat membantu menyediakan nutrisi dan oksigen
yang cukup bagi karang.
Pengetahuan tentang pertumbuhan karang, khususnya laju
pertumbuhannya, merupakan salah satu syarat dalam upaya
konservasi untuk melindungi terumbu karang. Manfaat dari penelitian
ini diharapkan dapat memberikan informasi bentuk pertumbuhan
terumbu karang dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk
mengkaji dan mengevaluasi pengelolaan terumbu karang secara
berkelanjutan di PT. Agung Aquatiq Marine, Bali.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Rezza Dwi Andrianto |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KARANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:57 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18282 |
