PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN CHUM SALMON (Oncohynchus keta) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II

MUHAMMAD ILYAS (2023) PENGUJIAN BAKTERI Aeromonas salmonicida PADA IKAN CHUM SALMON (Oncohynchus keta) MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL DI BALAI KIPM SURABAYA II. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27509-200341100004-Muhammad Ilyas 200341100004 Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27509-200341100004-Muhammad Ilyas 200341100004 Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Ikan salmon merupakan salah satu komoditas impor negara Indonesia
terhadap pasar global. Hal tersebut dikarenakan ikan salmon ialah ikan yang tidak
ada secara alamiah di perairan Indonesia sehingga harus didatangkan langsung
dari negara penghasil ikan salmon untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Ekspor-Impor Produk
Perikanan (2019), Jumlah ikan salmon yang diimpor Indonesia pada tahun 2018
mencapai 6.190.692 kg atau rata-rata pertumbuhan sebesar 7,2% selama periode
2016-2018. Produk perikanan termasuk ikan salmon yang masuk ke wilayah
Indonesia harus dalam keadaan baik dan aman. Kesehatan ikan, mutu dan
keamanan hasil perikanan merupakan beberapa persyaratan yang harus
terpenuhi pada produk perikanan yang masuk ke wilayah Indonesia (PERMEN-KP
RI No. 74 Tahun 2016).
Kesehatan ikan merupakan salah satu persyaratan yang harus terpenuhi pada
produk perikanan impor Indonesia. Kesehatan ikan dapat dipantau dari penyakit
pada ikan. Infeksi bakteri menjadi salah satu penyebab penyakit yang komoditas
perikanan (Jasmanindar, 2011). Bakteri yang biasa meyerang ikan salmon yaitu
Aeromonas salmonicida. Bakteri yang berasal dari genus Aeromonas ini bersifat
patogen dan berbahaya. Bakteri Aeromonas salmonicida dapat menyebabkan
penyakit furunculosis pada ikan yang mengakibatkan pembengkakan dan
haemoragik pada jaringan diantara epidermis dan dermis (Priyatna et.al., 2011).
Bakteri ini juga dapat menyebabkan gangguan pada manusia apabila dikonsumsi
dengan pengolahan yang tidak benar dan tidak tepat (Arwin et.al., 2016).
Gangguan yang dapat dirasakan apabila mengonsumsi ikan salmon terinfeksi
Aeromonas salmonicida seperti diare, typus, kolera, dan disentri. Produk
perikanan yang terbebas dari infeksi bakteri telah ditentukan dalam standar kriteria
kualitas dan keamanan produk perikanan oleh Food and Agriculture Organization
(FAO). Lembaga tersebut berfungsi untuk mengawasi dan memantau kualitas dan
keamanan produk perikanan (Waluyo et.al., 2018). Bakteri Aeromonas
salmonicida dapat menulari biota yang ada di perairan Indonesia apabila tidak
terkendali dengan aman. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementrian Kelautan
dan Perikanan Republik Indonesia menetapkan pemantauan bakteri Aeromonas salmonicida pada produk perikanan salah satunya ikan salmon. Pemantauan ini
dilakukan oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil
Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan(KEPMEN KKP No.17 Tahun
2021).
Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
Surabaya II ialah tempat instalasi karantina yang berfungsi untuk melakukan
pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit agar tidak mengganggu
organisme lainnya. Upaya perlindungan produksi ikan chum salmon dari masuk
dan terkontaminasi hama dan penyakit ikan karantina yang belum ada di Indonesia
dilakukan dengan tindakan karantina ikan untuk mengantisipasi ancaman
timbulnya bahaya dan wabah penyakit ikan terutama ikan chum salmon. BKIPM
bertujuan untuk membebaskan komoditas perikanan perikanan dari Hama Dan
Penyakit Ikan (HPIK) yang mungkin terbawa saat kegiatan lalu lintas import
ataupun ekspor baik antar negara maupun antar wilayah domestik dalam negeri
(BKIPM, 2011).
Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan kegiatan Praktik Kerja Lapang
PKL di Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
Surabaya II untuk mengetahui metode pengujian Bakteri Aeromonas salmonicida
pada ikan chum salmon. Sampel yang digunakanan yaitu ikan chum salmon dari
customer Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
Surabaya II. Hal ini dilakukan guna mengetahui ikan chum salmon tersebut layak
atau tidak untuk dikonsumsi.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MUHAMMAD ILYAS
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords SALMON
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:57
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18280

Actions (login required)

View Item
View Item