TRUNOJOYO-KP-27505-200331100056-Novia Tri Nurcahyanti_200331100056_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditi yang paling banyak di
temui di Indonesia. Tanaman cengkeh merupakan salah satu rempah yang
banyak digemari baik dari khasiat, aroma, dan banyak hal lainnya. Tanaman
cengkeh merupakan Family Mytaceae. Bagian tanaman cengkeh yang biasanya
sering digunakan pada industri yaitu daun, bunga, dan tangkai/ranting. Tanaman
cengkeh biasanya digunakan sebagai tambahan ketika pembuatan rokok.
Cengkeh yang memiliki sensasi hangat juga sering dimanfaatkan sebagai
minuman, pada Negara yang memiliki musim dingin. Cengkeh memiliki
kandungan diantaranya yaitu fosfor, zat besi, magnesium, kalsium, kalium, seng,
natrium, dan vitamin. Tanaman cengkeh salah satunya dapat diolah menjadi
minyak atsiri (Simbolon Sinaga, 2021).
Banyaknya manfaat pada tanaman cengkeh menyebabkan beragamnya
produk turunan dari tanaman tersebut. Salah satu produk turunan tanaman
cengkeh yaitu minyak atsiri. Bahan yang digunakan untuk membuat minyak atsiri
pada Perkebunan PT. Tjandi Sewu Baru adalah daun cengkeh. Minyak atsiri
daun cengkeh memiliki banyak manfaat dapat digunakan sebagai antibakteri,
antijamur, antiinsektisida, dan antioksidan. Menurut penelitian Mbatu et al (2018),
minyak atsiri daun cengkeh dapat digunakan sebagai penghambat tumbuhan
mikroba secara signifikan. Banyaknya manfaat yang terkandung pada minyak
atsiri tersebut banyak dimanfaatkan dan dicari orang. Banyaknya orang yang
mengenal minyak atsiri daun cengkeh, maka akan banyak permintaan pasar.
Banyaknya permintaan pasar minyak atsiri daun cengkeh akan menimbulkan
pengusaha untuk banyak memproduksi minyak atsiri daun cengkeh. Banyaknya
permintaan pasar juga akan mendatangkan keuntungan bagi pengusaha
tersebut.
Cengkeh biasanya disebut dengan emas cokelat dengan nama latin
Syzigium aromaticum memiliki peluang pasar besar untuk dikembangkan. Bunga
cengkeh memiliki harga yang mahal karena budidayanya harus selalu
diperhatikan. Tanaman cengkeh rentan terhadap pertumbuhannya karena
beberapa faktor diantaranya yaitu hama dan penyakit tanaman (Soepomo, 2014).
Tanaman cengkeh juga termasuk tanaman berdaun tunggal, memiliki tangkai
yang tebal dengan tekstur yang sedikit kaku. Bunga cengkeh ketika masih muda memiliki warna yang keungu-unguan namun ketika sudah tua berubah warna
menjadi merah muda.
Tanaman cengkeh memiliki beberapa jenis diantanya yaitu cengkeh
budidaya, cengkeh asli Maluku, cengkeh liar. Tanaman cengkeh asli Maluku
terdiri dari cengkeh AFO 1, AFO 2, Tibobo, Tauro, Sibela, Indari, Air Mata, Dokiri,
Daun Buntal. Proses pengidentifikasian tanaman cengkeh dapat dilakukan
dengan menggunakan identifikasi morfologi dengan keakuratan yang tinggi.
Karakterisasi morfologi tanaman cengkeh didasarkan pada hereditan Mendel
yang sederhana baik dagi daun, warna, ukuran, dan beratnya (Soenarsih et al.,
2021). Minyak atsiri merupakan suatu zat yang didapatkan dari senyawa organik
biasanya diperoleh dengan proses penyulingan (Azalia et al., 2020).
Cara mendapatkan minyak atsiri bisa menggunakan metode penyulingan
dan ekatraksi. Penyulingan memiliki beberapa macam yaitu penyulingan uap
(Steam Distillation), penyulingan dengan menggunakan air (Hydro Distillation),
dan metode penyulingan uap dan air (Steam-Hydro Distillation) (Nirwana &
Zamrudy, 2021). Perkebunan PT. Tjandi Sewu Baru merupakan perusahaan
yang bergerak pada bidang perkebunan salah satunya yaitu tanaman cengkeh.
Tanaman cengkeh diproduksi sebagai miyak atsiri daun cengkeh. Perusahaan ini
juga memproduksi kopi namun untuk saat ini tidak memproduksi dikarenakan
tanamannya belum siap panen.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Novia Tri Nurcahyanti |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | CENGKEH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:55 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18271 |
