TRUNOJOYO-KP-27500-200331100032-Rossa Renintan A.G_200331100032_laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
PT Indolakto merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang
makanan dan minuman yang berbasis susu yang berkantor pusat di Cicurug Jawa
Barat. Fokus utama PT Indolakto adalah produksi dan pengolahan susu yang
mengusung brand Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Orchid Butter dan Indoeskrim.
Industri food and beverage tidak hanya menghasilkan produk utama yang menjadi
daya pikat sebuah perusahaan, melainkan juga menghasilkan hasil samping
berupa limbah. Perkembangan teknologi menuntut tiap perusahaan mampu
melakukan pencegahan pencemaran lingkungan akibat limbah industri yang
dihasilkan. Industri diarahkan melakukan pencegahan secara internal dengan
penerapan teknologi produksi bersih. Pencegahan dilakukan dengan pendirian
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mencapai baku mutu air limbah
industri yang dikehendaki oleh pemerintah.
Limbah merupakan buangan atau sisa dari sebuah kegiatan atau proses
produksi industri maupun rumah tangga. Menurut Nusa Idaman Sais (2011),
karakteristik limbah secara umum diantaranya berukuran mikro, penyebaran
dampak banyak dan tidak berfokus pada lingkungan saja melainkan pada
ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya serta bersifat jangka panjang. Sehingga
tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Limbah dapat berasal dari domestik
dan industri (Sandra Lovi et al., 2022). Limbah industri dapat berupa limbah padat
(solid waste), limbah cair (liquid waste) dan limbah gas (gaseous waste).
Limbah cair merupakan cairan buangan yang berasal dari rumah tangga,
perdagangan, perkantoran, industri, maupun tempat publik lainnya dan pada
umumnya mengandung bahan bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan
kesehatan/kehidupan manusiet a (Sandra et al., 2022). Limbah cair merupakan
jenis limbah yang larut dalam air sehingga sifat limbah selalu berpindah dan tidak
pernah diam, sehingga perlu adanya penanganan lebih lanjut. Limbah cair yang
tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak yang besar terhadap
lingkungan. Sehingga diperlukan pengolahan limbah cair untuk memenuhi baku
mutu air limbah yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Limbah industri susu memiliki dampak yang sangat tinggi, dimana memiliki
karakteristik khusus yakni, rentan akan pengaruh bakteri. Limbah cair industri susu
mudah mengalami proses pembusukan dan apabila tidak dilakukan pengolahan akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar industri (Wangi et
al., 2002). Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan akibat limbah
cair yakni, dapat membahayakan kesehatan manusia, menimbulkan kerusakan
ekosistem termasuk didalamnya pencemaran tanah, air (badan air), udara serta
mengakibatkan kerusakan secara estetika (keindahan).
Instalasi pengolahan limbah (IPAL) atau WWTP (Wastewater Treatment
Plant) di PT Indolakto diperuntukan untuk mengelola limbah cair perusahaan yang
terdiri dari limbah SCM, limbah liquid, limbah blowdown boiler dan limbah domestik
(kantin). Pengelolaan sumber limbah cair industri tersebut diharapkan mampu
mengatasi permasalahan lingkungan akibat pembuangan limbah industri.
Sehingga baku mutu air limbah yang dibuang ke badan sungai sesuai dengan
standar peraturan pemerintah. Berdasarkan kegiatan PKL yang dilakukan di PT
Indolakto Purwosari, saya mengambil tema terkait dengan proses pengolahan
limbah cair di WWTP PT Indolakto Purwosari serta analisis efektivitas sludge cake
sebagai media tanam di Batalyon Yon Armed 1/Roket.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ROSSA RENINTAN AQSAHDYAH GARINI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | LIMBAH |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18263 |
