TRUNOJOYO-KP-27499-200311100036-Devi Nur Layly_200311100036_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (10MB)
Abstract
Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang memiliki prospek
permintaan dan harga jual tinggi dalam bidang usaha salah satunya adalah
tanaman hias (Mutakabbir Duakaju, 2019). Jenis tanaman hias ada dua
yaitu tanaman hias daun dan tanaman hias bunga, salah satu jenis tanaman
hias bunga adalah bunga krisan (Chrysanthemum sp.). Krisan merupakan
salah satu jenis tanaman hias bunga yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
dan prospek pemasaran yang bepeluang besar. Tanaman krisan memiliki
banyak keunggulan seperti variasi warna, variasi kelopak bunga dan
banyaknya varietas krisan yang dibudidayakan di Indonesia. Selain
keunggulan tesebut tanaman krisan juga mampu hidup hingga dua minggu
apabila diletakkan di dalam vas bunga serta mudah dirangkai (Affandy &
Raharja, 2021). Dengan keunggulan yang dimiliki tanaman krisan ini maka
menjadikan tanaman krisan memiliki peluang dan potensi ekonomi yang besar
di kalangan pecinta tanaman hias.
Tanaman krisan pada umumnya dibudidayakan dan tumbuh dengan
baik pada daerah dataran tinggi sekitar 650-1.200 mdpl dengan suhu yang
ideal pada siang hari adalah 20°C – 26°C dan suhu pada malam hari sekitar
16°C 18°C (Affandy Raharja, 2021). Beberapa daerah yang menjadi
sentra produksi tanaman krisan adalah Cianjur, Sukabumi, Lembang,
Bandungan, dan Malang. Krisan merupakan jenis tanaman hari pendek,
dimana inisiasi dan juga perkembangan bunganya dikendalikan oleh
panjang hari. Tanaman krisan dalam pertumbuhannya membutuhkan
cahaya lebih dari 13 jam sehari untuk tetap tumbuh secara vegetatif.
Indonesia yang termasuk daerah tropis dengan cahaya matahari yang hanya
berkisar 12 jam per hari sehingga perlu ditambah dengan pecahayaan
buatan dari lampu listrik yang biasanya dilakukan setelah matahari
terbenam (Dewanti et.al., 2017).
Tanaman hias menjadi komoditi yang banyak diminati tidak hanya oleh
pasar domestik Indonesia, namun juga banyak diminati oleh pasar pasar
internasional. Tingginya konsumsi pasar dunia akan sektor tanaman hias
tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan ornamental, bahkan florikultur juga
seringkali diperlukan untuk melengkapi berbagai ritual berbagai negara.
Indonesia memiliki kontribusi florikultur di pasar dunia salah satunya pada komoditas tanaman krisan. Menurut pendapat Arumta et.al., (2019)
menyatakan bahwa nilai ekspor krisan di Indonesia berada di posisi 20 besar
dunia serta menempati urutan ke-3 di ASEAN. Potensi krisan terus
merangkak menjadi komoditas tanaman hias yang strategis dalam
pengembangan perekonomian nasional. Lima tahun terakhir tanaman krisan
menjadi komoditas tanaman hias di Indonesia yang tingkat produktivitasnya
paling tinggi dibandingkan tanaman hias lain.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2018 produktivitas krisan di
Indonesia menempati posisi pertama dengan luas panen sebesar 1.110,52
hektar, di urutan kedua mawar dengan luas panen hingga 411,10 hektar
serta luas panen yang ketiga yaitu sedap malam hingga 309,67 hektar.
Sukmayanti et.al., (2022) menyatakan pada periode tahun 2015-2019 krisan
memimpin sebagai jenis bunga potong yang memiliki nilai ekspor paling
tinggi pada kategori tanaman hias. Meskipun begitu nilai ekspor krisan
Indonesia di pasar internasional dalam kurun waktu 10 tahun mengalami
fluktuasi. Badan Pusat Statistik 2018 menyatakan bahwa nilai Free on Board
(FOB) tanaman krisan mengalami kenaikan pada tahun 2017 dari 699.176
U$$ menjadi 817.208 U$$ pada tahun 2018, namun seringkali juga
mengalami penurunan misalnya dari tahun 2016 ke tahun 2015 senilai
831.690 U$$ menjadi 709.698 U$$.
Besarnya potensi tanaman krisan dalam pegembangan ekonomi serta
peluang pasar baik nasional maupun intenasional ini menjadikan krisan
salah satu komoditi tanaman hias yang perlu dikembangkan dalam
produktivitas serta kualitasnya guna memenuhi pemintaan pasar. Salah satu
badan usaha yang bergerak dibidang budidaya krisan adalah CV. Sekartika
Jati Kencana. Pembibitan tanaman krisan di CV. Sekartika Jati Kencana
dilakukan di tempat khusus penangkaran bibit dengan pengaplikasian lampu
sebagai input cahaya tambahan dari lampu untuk mendukung pertumbuhan
vegetatif krisan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas
tanaman krisan serta dapat meningkatkan produktivitas guna pemenuhan
target pasar. Berdasarkan hal tersebut maka Praktik Kerja Lapang di CV.
Sekartika Jati Kencana perlu dilakukan untuk mengetahui teknik pembibitan
dan budidaya tanaman krisan di CV. Sekartika Jati Kencana.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DEVI NUR LAYLY |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUNGA KRISAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 16 Oct 2026 02:54 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 17:05 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18262 |
