INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PARASITOID HAMA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA GULMA DAUN LEBAR DI P3GI PASURUAN

ADINDA ROHMAH JULIVIA (2023) INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI PARASITOID HAMA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA GULMA DAUN LEBAR DI P3GI PASURUAN. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27496-200311100118-Adinda Rohmah Julivia_200311100118_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27496-200311100118-Adinda Rohmah Julivia_200311100118_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Pertanian merupakan sektor utama untuk meningkatkan nilai ekonomi di
Indonesia, lahan pertanian yang luas dan subur membuat berbagai jenis tanaman
dapat tumbuh dengan baik, misalnya tanaman tebu yang merupakan salah satu jenis
tanaman industri dan perkebunan. Luas areal tanaman tebu di Indonesia pada tahun
2021 mencapai 443.501 ribu hektar, dengan kontribusi utama adalah daerah Jawa
Timur seluas 191 hektar, Lampung seluas 135 hektar, Jawa Tengah seluas 44 hektar
(Anonim, 2021). Luas areal perkebunan tebu didominasi oleh Perkebunan Rakyat
(PR) mencapai 57,70%, Perkebunan Besar Swasta (PBS) sekitar 25,44%, dan
Perkebunan Besar Negara (PBN) sebesar 16,97% (Muliasari dan Ranu, 2020).
Tebu merupakan bahan baku utama dalam pembuatan gula pasir di Indonesia.
Gula adalah salah satu dari sembilan bahan pokok yang diperlukan oleh masyarakat
dan industri saat ini, Produksi gula kian menurun, hal ini diakibatkan luas tanam
tebu turun setiap tahun. Hanya dalam waktu 3 tahun, terjadi penurunan luas areal
tebu Indonesia hingga mencapai 10 persen (Soraya et al., 2022). Rendahnya
produktivitas tebu diikuti dengan tingginya tingkat konsumsi gula per kapita
mengharuskan Indonesia mengimpor gula dari luar negeri. Indonesia merupakan
negara importir gula terbesar di dunia dengan jumlah import gula mencapai 4,48
juta ton dengan nilai import mencapai US$ 2 milyar (Anonim, 2018). Mayoritas
gula import yang masuk ke Indonesia berasal dari Negara Thailand, Brazil dan
Australia (Muliasari dan Ranu, 2020).
Salah satu penyebab penurunan produksi gula karena adanya serangan hama
dan penyakit tebu. Tanaman tebu mudah terserang berbagai jenis hama dimana
lebih dari 100 jenis hama menyerang tanaman tebu, mayoritas berasal dari jenis
serangga (Subiyakto, 2016). Ekosistem tebu mempunyai faktor keseimbangan
ekosistem serangga, serta memiliki populasi spesies serangga parasitoid dan
predator alami lebih tinggi pada lahan budidaya. Upaya pencegahan yng dilakukan
melalui serangga parasitoid dan predator dapat mengatur populasi hama selalu
berada di bawah batas ekonomi (Fatchruddin et al., 2022).
Parasitoid menjadi salah satu bentuk musuh alami yang hidup pada gulma di
sekitar area pertanaman tebu. Jenis gulma yang seringkali menjadi tempat berkembangnya parasitoid adalah gulma daun lebar, hal itu karena gulma daun lebar mempunyai banyak nektar untuk memenuhi kebutuhan pakan serangga. Jenis-
jenis parasitoid hama yang hidup pada gulma daun lebar disekitar pertanaman tebu perlu diinventarisasi dan identifikasi dengan beberapa metode (Nurazizah et al.,
2022). Inventarisasi dan identifikasi dilakukan agar parasitoid dapat dikembangkan
sebagai upaya pencegahan alami ledakan hama.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ADINDA ROHMAH JULIVIA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords TEBU
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:54
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18257

Actions (login required)

View Item
View Item