DESAIN KEMASAN COKELAT SALAK DI UD BUDI JAYA BANGKALAN JAWA TIMUR

AILIYA FIRDAUSI (2023) DESAIN KEMASAN COKELAT SALAK DI UD BUDI JAYA BANGKALAN JAWA TIMUR. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-27494-200331100027-Ailiya Firdausi_200331100027_Laporan PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-27494-200331100027-Ailiya Firdausi_200331100027_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanaman salak tumbuh di dataran tinggi yaitu sekitar ± 700 meter di atas
permukaan laut. Produksi buah salak pada tahun 2020 mencapai 39,54%
(Rosida et al., 2018). Buah salak memiliki kandungan karbohidrat dan
antioksidan yang tinggi (Yulistiani et al., 2021). Kandungan gizi buah salak
sangat baik bagi tubuh manusia. Salak termasuk buah-buahan yang perisible
yaitu mudah rusak. Penanganan pasca panen salak jika tidak dilakukan
dengan benar dan baik, maka salak akan cepat mengalami perubahan fisik,
kimiawi, fisiologi dan mikrobiologis. Sehingga perlu suatu proses pengolahan
supaya mendapatkan nilai tambah dan meningkatkan umur simpan buah salak
(Asrina et al., 2021). Buah salak dapat diolah menjadi cokelat, manisan, dodol,
sale dan sebagainya, dengan pengolahan tersebut buah salak dapat disimpan
lebih lama dan mendapatkan nilai tambah yang tinggi.
Cokelat merupakan suatu makanan yang berasal dari biji buah cokelat
pohon kakao (Theobroma cacao). Produk cokelat diformasikan dari kakao
bubuk atau kakao massa, lemak kakao (cocoa butter), gula dan lesitin sebagai
emulsifier (Kasim et al., 2021). Perkembangan zaman yang sudah modern
pada saat ini, banyak suatu produsen untuk mengembangkan suatu
produknya, seperti pada UD Budi Jaya yaitu mengembangkan suatu cokelat
dengan tambahan buah salak. Hal ini terjadi karena produsen lebih
memanfaatkan dan memberikan nilai tambah pada suatu komoditas salak.
Cokelat salak termasuk salah satu inovasi dari cokelat yang masih baru,
namun pada UD Budi Jaya nilai penjulannya masih rendah. Selain itu produk
cokelat salak belum banyak diketahui oleh konsumen. Cokelat pada umumnya
yaitu memiliki sifat yang sangat sensitive terhadap panas, karena cokelat akan
mudah meleleh, begitupun pada cokelat salak. Produk cokelat juga memiliki
tekstur yang lengket, sehingga membutuhkan kemasan yang dapat melindungi
produknya. Hal yang diperlukan untuk memperluas pemasaran produk cokelat
salak dan untuk melindungi produk cokelat yaitu dengan pengemasan yang
unik. Pengemasan merupakan salah satu teknik pembungkusan suatu produk
untuk melindungi dan mencegah produk dari kerusakan fisik, kimia dan biologi.
Pengemasan sangat penting dalam suatu produk karena dengan dikemas
dapat menjaga kualitas produk pangan atau non-pangan. Kemasan
merupakan suatu desain yang meliputi struktur, warna, jenis bahan, penulisan, bentuk, informasi produk. Menurut UU RI Nomor 7 Tahun 1996, kemasan
pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan membungkus
pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan atau tidak (Widiati,
2020). Kemasan yang unik dapat menarik perhatian konsumen untuk
membelinya. Hal yang penting dalam pengemasan adalah desain kemasan.
Desain kemasan yang menarik, inovatif dan kreatif dapat memberikan
kemudahan dalam bersaing antar subsector makanan lainnya, karena desain
kemasan dapat berdampak pada pasar domestic baik jangka panjang maupun
jangka pendek (Maflahah, 2012). Desain yang perlu diperhatikan yaitu elemen
dan unsur-unsur kemasan seperti warna, bentuk, merek atau logo, ilustrasi,
tipografi, dan tata letak (layout) (Alvionita et al., 2021). Desain kemasan yang
telah dirancang dengan baik, maka dapat memberikan nilai estetis, melindungi
produk dan meningkatkan penjualan produk. Selain itu desain kemasan juga
mampu memberikan kesan berbeda dengan kemasan yang sudah beredar
saat ini. Desain kemasan pada produk cokelat salak yaitu dengan
menggunakan standing pouch dan struktur system kemasannya yaitu terdiri
dari tiga jenis kemasan. Jenis kemasan yang digunakan yaitu aluminium foil
(kemasan primer), kertas metalik (kemasan sekunder), dan standing pouch
aluminium foil (kemasan tersier). Kemasan standing pouch yang sudan tren
dan terdapat penambahan label pada bagian depan, serta terdapat bagian
kemasan yang transparan sehingga produk dapat dilihat dari depan, sehingga
produk cokelat salak dapat sejajar dengan produk lainnya. Pentingnya
dilakukan pembelajaran mengenai desain kemasan di UD Budi Jaya supaya
desain kemasan pada produk-produk yang dipasarkan dapat menarik
perhatian konsumen.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AILIYA FIRDAUSI
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords COKELAT SALAK
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 16 Oct 2026 02:53
Last Modified 24 Oct 2026 17:05
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/18254

Actions (login required)

View Item
View Item